IRONI RATUSAN BANGKU KOSONG SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI DI YOGYAKARTA
Dunia pendidikan di Kota Yogyakarta diwarnai fenomena ratusan bangku kosong di SD negeri akibat tingkat keterisian siswa baru yang hanya mencapai 79% dari daya tampung 3.700 kursi. Fenomena ini terjadi karena tren orang tua, termasuk dari keluarga prasejahtera penerima bantuan sosial, yang lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SD swasta bonafide demi mendapatkan fondasi agama yang kuat dan kurikulum internasional sebagai bentuk investasi masa depan. Penurunan minat pada SD negeri ini kian terakselerasi akibat munculnya stigma "sekolah buangan" serta ketidakmerataan tata letak sekolah yang saling berdekatan, sehingga menjadi tantangan besar bagi Dinas Pendidikan untuk segera mengevaluasi pemerataan kualitas dan citra SD negeri di Yogyakarta.