187 DOSEN PROGRAM BPDDI TERANCAM KESULITAN STUDI AKIBAT ANGGARAN BEASISWA BELUM DIKUCURKAN
Sebanyak 187 dosen ongoing yang tengah menempuh pendidikan doktoral melalui Program Beasiswa Pendidikan Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) seleksi 2025 terancam kesulitan melanjutkan studi akibat anggaran beasiswa dari pemerintah belum juga dikucurkan. Perwakilan dosen, Fidiatul Adian, menyampaikan bahwa keterlambatan pembiayaan ini membuat para peserta kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hingga memaksa sebagian dari mereka mencari pekerjaan tambahan di luar aktivitas akademik seperti menjadi tukang ojek atau pekerjaan informal lainnya. Senada dengan itu, Sapril Ahmad menambahkan bahwa tekanan finansial ini tidak hanya menghambat administrasi perkuliahan, tetapi juga mengancam kelancaran penelitian dan penyusunan disertasi yang sangat penting di tengah target nasional untuk meningkatkan proporsi dosen bergelar doktor yang saat ini masih berada di kisaran 25 persen.