KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

UNESCO SENTIL SKOR PISA INDONESIA: MELEK HURUF 97 PERSEN TAPI LITERASI MEMBACA MASIH RENDAH

A
Admin Kampuspers 11 September 2026, 15:54 WIB
2 min baca 1 views
UNESCO SENTIL SKOR PISA INDONESIA: MELEK HURUF 97 PERSEN TAPI LITERASI MEMBACA MASIH RENDAH
"Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mencatat bahwa 97 persen penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas telah melek huruf pada 2024, tetapi Chief of Education UNESCO Regional Office, Santosh Khatri, menegaskan angka tersebut tidak mencerminkan tingkat literasi membaca yang tinggi. Hal ini dibuktikan oleh skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia tahun 2025 yang jauh di bawah rata-rata OECD (476 poin), di mana literasi membaca Indonesia hanya meraih skor 365 (peringkat 74 dari 90 negara), sains 389 (peringkat 73 dari 91 negara), dan matematika 364 (peringkat 78 dari 90 negara). Rendahnya capaian ini terlihat dari persentase murid yang mencapai kompetensi minimum, yaitu hanya 36,81% pada bidang sains, 27,11% pada membaca, dan 16,93% pada matematika, sehingga menuntut adanya upaya mendesak untuk meningkatkan pemahaman membaca bagi para pelajar sejak kelas-kelas awal."

KAMPUSPERS (11/09/2026) UNESCO - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mencatat, sebanyak 97 persen penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas sudah melek huruf.

Namun, menurut Chief of Education, UNESCO Regional Office for Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, the Philippines and Timor-Leste, and Liaison to ASEAN, Santosh Khatri, hal itu tidak langsung menjadikan nilai literasi membaca di Indonesia tinggi.

"Menurut statistik di Indonesia, hampir 97 persen dari penduduk berusia 15 tahun ke atas melek huruf pada 2024," kata Santosh dikutip dari akun YouTube Kemendikdasmen, Kamis (10/9/2026). Santosh mengingatkan, indikator melek huruf tidak langsung memberikan gambaran lengkap mengenai tingkat literasi bangsa.

Misalnya pada skor Programme for International Student Assessment (PISA) Tahun 2025 pada bidang literasi membaca skornya hanya 365.

Jumlah itu, kata dia, masih dibawah nilai rata-rata Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yakni sebesar 476 poin. “Ini mengingatkan kita terkait kebutuhan mendesak untuk upaya meningkatkan pemahaman dan pengertian mendalam di kalangan pelajar, dimulai dari kelas-kelas awal," ujarnya.

Adapun jika dirincikan per domain skor PISA Indonesia tahun 2025 Indonesia di bidang sains sebesar 389 atau peringkat 73 dari 91 negara. Kemudian membaca skornya sebesar 365 atau peringkat 74 dari 90 negara.

Sementara matematika skornya sebesar 364 atau peringkat 78 dari 90 negara. Selanjutnya, jika dilihat dari kompetensi minimum di bidang sains yang berhasil mencapai hanya 36,81 persen, membaca 27,11 persen, dan matematika 16,93 persen.

PISA 2025 diikuti oleh 91 negara dengan peserta lebih dari 760.000 murid dari 33 juta populasi. Sementara di Indonesia pada PISA 2025 menggunakan sampel di 419 sekolah dan 14.168 murid.

Utamanya yang berusia 15 tahun dan biasanya berada di antara jenjang SMP atau SMA sederajat. Mereka diukur mukai sari kemampuan literasi membaca, matematika hingga sains.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!