KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

ANAK PENJAGA MAKAM PUTUS SEKOLAH BERHASIL DAPAT BEASISWA KULIAH DI UAG ESQ BUSINESS SCHOOL

A
Admin Kampuspers 11 September 2026, 16:50 WIB
3 min baca 1 views
ANAK PENJAGA MAKAM PUTUS SEKOLAH BERHASIL DAPAT BEASISWA KULIAH DI UAG ESQ BUSINESS SCHOOL
"Putri (19), lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak sekaligus putri seorang penjaga makam yang sempat putus sekolah di kelas II SMK karena keterbatasan biaya, berhasil melanjutkan pendidikan ke Program Studi Sistem Informasi Universitas Ary Ginanjar (UAG) ESQ Business School Tahun Akademik 2026/2027 melalui jalur beasiswa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi pencapaian Putri bersama 35 siswa Sekolah Rakyat penerima beasiswa UAG lainnya saat menghadiri acara wisuda di Jakarta, dengan menegaskan bahwa pemetaan minat melalui tes DNA Talent di Sekolah Rakyat menjadi kunci penting pengoptimalan potensi anak prasejahtera guna memutus mata rantai kemiskinan. Founder UAG University and ESQ Group Ary Ginanjar Agustian turut menambahkan bahwa Sekolah Rakyat berhasil membangun kepercayaan diri siswa miskin ekstrem, sementara Putri yang kini bercita-cita menjadi guru mengaku sangat bersyukur atas dukungan sang ibu serta fasilitas gratis berkualitas yang diterimanya selama menempuh pendidikan."

KAMPUSPERS (11/09/2026) PONTIANAK - Sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya, Putri (19), lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, kini mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Universitas Ary Ginanjar (UAG) ESQ Business School.

Ia diterima di Program Studi Sistem Informasi Tahun Akademik 2026/2027 melalui jalur beasiswa.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menceritakan kisah Putri saat menghadiri Wisuda ke-10 dan Welcoming Reception ke-14 UAG ESQ Business School di Menara 165, Jakarta Selatan, hari ini.

Gus Ipul mengatakan Putri sebelumnya bersekolah di SMK hingga kelas II. Namun, karena keterbatasan biaya, dia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke kelas III.

"Putri ini adalah salah satu contoh siswa yang putus sekolah. Dia sekolah di SMK karena kekurangan biaya, di kelas II untuk naik kelas III dia putus sekolah," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Putri kemudian mendapat kesempatan kembali bersekolah setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat. Selama menjalani pendidikan, dia mengikuti tes DNA Talent ESQ Corp untuk mengenali minat dan potensi yang dimilikinya sejak awal masuk.

Gus Ipul mengatakan hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi guru dalam memberikan bimbingan dan pendampingan sesuai potensi masing-masing siswa.

"Alhamdulillah ada Sekolah Rakyat, bisa ikut, (lalu) ikut test DNA talent, dibimbing setahun, kemudian dia bisa diterima di Universitas Ary Ginanjar. Jadi ini menjadi sangat penting buat Sekolah Rakyat agar bisa mengantarkan lulusannya menjadi agen-agen perubahan," kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, bahwa Putri merupakan gambaran keluarga prasejahtera yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar secara optimal sehingga membutuhkan dukungan negara. Namun, kondisi ekonomi keluarga tidak mengurangi kesempatan Putri untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

"Ayahnya seorang penjaga makam. Sekarang sudah punya kesempatan, dapat beasiswa, karena Putri kapasitasnya, kemampuannya bisa diketahui sejak dini. Ini yang istimewa," kata Gus Ipul.

Selain Putri, ada juga 35 siswa Sekolah Rakyat penerima beasiswa UAG dan ESQ Business School 2027. Adapun tujuh di antaranya kelak akan diterima kerja sesuai talenta.

"Ini bagian dari upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan, di mana lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen perubahan bagi dirinya, keluarga, dan lingkungannya," katanya.

Senada, Founder UAG University and ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan potensi mereka.

"Hari ini (Putri) seragamnya bagus, merasa percaya diri bersama teman-temannya. Percaya diri bukan hanya karena seragamnya tapi dia sudah punya talenta dan dia tahu bahwa dirinya jenius dan kejeniusannya dibuka melalui DNA Talent," jelas Ary.

Semantara itu, Putri mengaku sempat ragu menerima tawaran masuk Sekolah Rakyat karena ingin membantu perekonomian keluarganya. Namun, dorongan sang ibu dan karena gratis, membuatnya berubah pikiran.

"Kamu (ikut) Sekolah Rakyat saja supaya masa depannya bahagia, senang dan membahagiakan orang tua," kata Putri menirukan ucapan ibunya.

Setelah bergabung Sekolah Rakyat, Putri merasakan banyak perubahan. Selain kembali mendapatkan kesempatan belajar, dia juga mendapat berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang yang berkualitas.

"Selama saya di Sekolah Rakyat mendapat banyak pengalaman, difasilitasi semuanya, mulai dari makan terus (kebutuhan lainnya). Pokoknya, Sekolah Rakyat paling the best," ujar Putri yang bercita-cita sebagai guru.

Sebagai informasi, acara ini dihadiri sejumlah pejabat, tokoh pendidikan, dan mitra universitas. Di antaranya Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan (Babe Haikal); Kepala LLDIKTI Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Henri Togar Hasiholan Tambunan; Staf Khusus (Stafsus) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Arief Rachman; Rektor Universitas Ary Ginanjar, Dyah Utami Aryanti serta para wisudawan dan calon mahasiswa beserta orang tua.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!