KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

PIMPINAN PONPES ABUL BAROKAT MUNDUR USAI DITUDUH LAKUKAN PELECEHAN SEKSUAL

A
Admin Kampuspers 24 September 2026, 19:42 WIB
5 min baca 14 views
PIMPINAN PONPES ABUL BAROKAT MUNDUR USAI DITUDUH LAKUKAN PELECEHAN SEKSUAL
"Ahmad Imanuddin Sumar alias Abah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, Lombok Tengah, guna memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal di tengah polemik laporan dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati. Menolak tegas seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya, Imanuddin menegaskan kasus tersebut merupakan masalah pribadi dan berencana mengambil langkah hukum dengan melaporkan mantan santrinya atas dugaan pencemaran nama baik serta melayangkan keberatan terhadap pemberitaan BBC Indonesia."

KAMPUSPERS (24/09/2026) MATARAM - Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah tegas menolak tuduhan dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kini, dia memilih mundur dari pimpinan ponpes tersebut.

Imanuddin mengatakan keputusan itu diambil agar kegiatan belajar-mengajar di ponpes tetap berjalan normal di tengah polemik yang muncul belakangan ini. Imanuddin sendiri telah dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan pelecehan terhadap santriwati di ponpes itu.

"Guna merespons situasi yang saat ini berkembang dan telah menjadi perhatian publik, serta demi menjamin seluruh aktivitas belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal tanpa gangguan, saya mengambil sikap dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepaskan seluruh jabatan yang saya emban di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, maupun di ponpes-ponpes yang lain," katanya saat konferensi pers di salah satu hotel di Mataram, Rabu (23/9/2026) malam.

Imanuddin menegaskan persoalan yang tengah dihadapinya merupakan masalah pribadi dan tidak berkaitan dengan ponpes. Dia juga memastikan kegiatan pendidikan para santri tidak boleh terganggu akibat polemik tersebut.

"Saya kembali menegaskan bahwa persoalan yang saya hadapi saat ini merupakan persoalan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Pondok Pesantren Abul Barokat Wanafahat yang saya pimpin," tegasnya.

Imanuddin mengaku tak rela jika ponpes yang telah dibangunnya ikut terdampak akibat tuduhan yang disebutnya tidak mendasar.

"Saya sangat tidak rela jika kegiatan proses pendidikan di Abul Barokat Wanafahat berhenti atau terganggu gara-gara fitnah dan tuduhan yang tidak mendasar sama sekali," katanya.

Bantah Tuduhan, Melawan Balik

Imanuddin kemudian membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia menyebut pihaknya tengah mempersiapkan surat pengaduan untuk melaporkan mantan santrinya, Yusron, ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya.

"Atas tuduhan tidak benar yang merugikan nama baik saya, saya menyatakan akan mengambil langkah hukum dan melaporkan saudara Yusron kepada pihak berwajib," imbuhnya.

Menurut Imanuddin, Yusron telah menyebarkan draf teks secara sepihak dengan tuduhan dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya. Dia menyebut Yusron tak pernah menanyakan hal tersebut secara langsung kepadanya.

"Yang bersangkutan tanpa mengikuti proses tabayyun terlebih dahulu dengan saya, melainkan langsung menyebarkan isu yang belum terbukti kebenarannya," katanya.

Selain Yusron, Imanuddin mengatakan akan melaporkan BBC Indonesia. Dia menilai pemberitaan yang dipublikasi media tersebut telah merugikannya.

"Keputusan tersebut saya ambil karena saya menilai pemberitaan tersebut bersifat sepihak dan tidak memberikan ruang yang memadai bagi saya untuk menyampaikan klarifikasi secara berimbang. Pemberitaan tersebut juga telah menimbulkan kerugian, baik secara materiil maupun immateriil, bagi saya dan keluarga," tuturnya.

Imanuddin mengatakan pemberitaan tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis dirinya dan keluarga.

"Kondisi psikologis saya dan keluarga besar saya turut terganggu akibat tuduhan-tuduhan yang saya nyatakan tidak benar tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Imanuddin, buka suara terkait laporan jurnalistik BBC Indonesia berjudul "Aib Sang Guru". Ia melayangkan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan tersebut.

Langkah itu diambil untuk menjaga asas keberimbangan informasi dan akurasi sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam keterangan resminya, Imanuddin membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. Ia menegaskan tuduhan dan isu miring tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

"Pertama, saya menyatakan dengan tegas bahwa seluruh hal yang Mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus atlet nasional Leica Al Humaira Lubis berhasil meraih medali perunggu dari Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Leica tampil pada nomor kumite +68 kilogram putri yang berlangsung di Toyohashi Gymnasium, Aichi pada Minggu (20/9/2026).

Ia menang meyakinkan saat berhadapan dengan karateka Kirgiztan, Begimai Orozalieva yang berakhir dengan skor 6-1. Prestasi menjadi atlet selama ini ternyata disyukuri Leica karena dapat berkontribusi untuk kehidupan akademiknya.

Leica terdaftar sebagai mahasiswi program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI). “Kalau dari saya sendiri, prestasi yang pernah saya peroleh cukup membantu kehidupan akademik saya.

Salah satu contohnya adalah jalur masuk saya ke PTN adalah jalur undangan,” ujar Leica, dikutip dari artikel di situs USU, Kamis (24/9/2026). Selain itu, kebiasaannya sebagai atlet juga membentuk karakter yang bermanfaat untuk mendukung kehidupan perkuliahan seperti melatih disiplin, konsisten, kemampuan mengatur waktu, hingga keberanian menghadapi tekanan.

Prestasi Leica menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dan prestasi olahraga dapat berjalan berdampingan asalkan disiplin, kerja keras, dan komitmen yang konsisten.

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keberhasilan Leica yang mampu mengharumkan nama Indonesia sekaligus kampus di ajang olahraga internasional.

Menurut rektor USU, prestasi Leica menunjukkan bahwa mahasiswa USU memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

USU menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Leica Al Humaira Lubis atas keberhasilannya meraih medali perunggu pada Asian Games 2026.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Leica, keluarga, sivitas akademika USU, dan tentu saja Indonesia,” ujar Prof. Muryanto, Selasa (22/9/2026). Rektor juga memaknai bahwa capaian Leica membuktikan proses belajar di kampus dapat menyeimbangkan potensi dan prestasi mahasiswa di luar bidang akademik.

“Prestasi yang diraih Leica menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mengasah potensi di bidang olahraga.

Kami berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa USU lainnya untuk terus berprestasi, bekerja keras, menjaga disiplin, dan membawa nama baik universitas pada tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

USU terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi masing-masing melalui berbagai aktivitas dan kompetisi. Daftar prestasi Leica di Karate pada 2024-2026 diantaranya :

1) Juara 2 Kumite -68 kg Senior putri Kejurnas Karate Piala Ketum PB FORKI 2024

2) Juara 1 Kumite -68 kg putri Pekan Olahraga Nasional 2024 ⁠

3) Juara 3 Kumite Beregu Putri Pekan Olahraga Nasional 2024 ⁠2nd place Kumite -68 kg Senior Female Silent Knight Open Karate Championship 2025

4) 2nd place Kumite -68 kg

5) Senior Female South East Asian Karate Federation Championship 2025 1st place Kumite +68 kg Female 33rd Sea Games Thailand ⁠

6) Juara 1 Kumite +68 kg senior putri Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI 2026 ⁠1st Place Female Kumite +68 kg Asian Karate Federation Championship 2026

⁠7) 3rd Place Female Kumite +68 kg South East Asian Karate Federation Championship 2026 ⁠

8) 3rd Place Female Kumite +68 kg Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!