PEMPROV SUMUT PANTAU INTENSIF SISWI KORBAN KERACUNAN MBG KARO YANG ALAMI GANGGUAN INGATAN
KAMPUSPERS (10/09/2026) KARO - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan pemerintah provinsi terus memantau kondisi Febiona br Purba (16), siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo yang kini mengalami gangguan ingatan dan kesulitan berbicara.
Febiona masih menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan setelah sebelumnya mendapatkan perawatan akibat dugaan keracunan MBG pada 13 Agustus 2026. Bobby mengatakan, Pemprov Sumut telah meminta laporan terbaru mengenai kondisi Febiona dan memastikan seluruh kebutuhan medisnya disiapkan.
"Barusan juga kita minta laporan terkait kasus tersebut. Ini masih terjadi pemantauan baik secara psikis, medisnya juga, apakah memang ada sesuatu, yang pasti ada terjadi gangguan," jelasnya saat diwawancarai usai meninjau Jalan Letda Sujono, Medan, Selasa (8/9/2026).
Bobby mengatakan, kondisi yang dialami Febiona masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab medisnya.
"Kita bilang anak kita terjadi gangguan. Nanti gangguan di sini, perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari obatnya atau sarafnya atau yang lainnya," ucapnya.
Karena itu, Febiona akan terus menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Pemprov Sumut juga meminta agar kondisi korban dipantau secara berkala sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter.
Selain pemeriksaan medis, Bobby mengatakan, pemerintah juga merekomendasikan pendampingan psikologis bagi Febiona. Menurut dia, aspek psikologis perlu diperiksa karena pengalaman keracunan dan menjalani perawatan dapat menimbulkan trauma.
"Dan juga kita juga rekomendasikan dari psikologinya juga, kan kita enggak bisa nilai traumatis seseorang itu setelah keracunan itu apakah dia ada trauma atau segala macam, dan itu mengganggu mental dan segala macam, ini juga kita ikut periksa. Nanti seluruhnya bukan hanya sakit medis tapi yang lain juga tetap kita periksa," jelasnya.
Pemprov Sumut berencana melibatkan dinas yang menangani perlindungan anak untuk memberikan pendampingan psikologis. "Nah nanti hal seperti ini yang akan kita dampingi terus. Selama ini mungkin hanya masuk dari Dinas Kesehatan, nah kita akan coba masuk juga Dinas Perlindungan Anak. Karena kan di sana ada psikologi, ada psikolog dan segala macam," jelas Bobby.
Menurut Bobby, penanganan Febiona saat ini dilanjutkan di RSUP H Adam Malik setelah sebelumnya mendapatkan perawatan terkait dugaan keracunan.
"Hari ini baru ada penindaklanjutannya. Dari kemarin kan, kan di rumah sakit kami untuk medisnya, penanganan keracunannya. Nah setelah itu, penanganan lanjutannya dilimpahkan kepada Rumah Sakit Adam Malik. Nah dan ini terus kita pantau juga," ucapnya. Bobby menegaskan Pemprov Sumut tidak akan berhenti melakukan pemantauan hanya karena penanganan lanjutan dilakukan di rumah sakit lain.
"Bukan karena sudah dipindahkan terus kita lepas tangan, karena itu siswa kami, anak SMA kami, yang menjadi pantauan kami juga. Jadi seperti tadi disampaikan, bukan hanya sakit yang membuat masalah ke sarafnya, tapi gangguan-gangguan yang lainnya juga kita cek nantinya," ucapnya.
"Pokoknya selagi ini saya sampaikan ini anak kami, ini siswa kami. Dia anak SMA yang ada di wilayah Sumatera Utara itu anak kami. Jadi tanggung jawab kami juga. Nah, kalau tadi disampaikan persoalan itu, nanti saya sampaikan persoalannya kan kita bilang tadi bukan hanya racunnya ya, tapi traumanya ini mungkin," katanya.
Febiona merupakan siswi SMK Swasta Bersama Berastagi yang menjadi salah satu korban dugaan keracunan MBG di Karo.
Ibunya, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan, anaknya masih harus menjalani pemeriksaan medis secara berkala. Menurut Elvinus, Febiona mengalami penurunan daya ingat setelah kejadian tersebut. Ia bahkan disebut tidak lagi mengenali sejumlah kerabat dan teman sekolah yang datang menjenguk.
"Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (enggak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun enggak kenal,” ujar Elvinus, Selasa. Keluarga juga menyebutkan, Febiona mengalami kesulitan berbicara akibat kondisi pada bagian mulut dan lidahnya. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan medis yang memastikan penyebab gangguan daya ingat dan kesulitan berbicara tersebut.
Selain Febiona, beredar informasi di media sosial bahwa dua siswa korban dugaan keracunan MBG lainnya masih menjalani perawatan. Tiga siswa yang masih menjalani penanganan, yakni Febiona, Agnesia P br Silitonga, dan Karissa Zefania br Aritonang.
Namun, kondisi Agnesia dan Karissa belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Badan Gizi Nasional. Karena itu, informasi mengenai kondisi keduanya masih menunggu keterangan dari pihak berwenang. Bobby mengatakan, Pemprov Sumut akan terus mengikuti perkembangan kondisi para siswa yang terdampak serta mendorong perbaikan sistem penyaluran dan mekanisme program MBG.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!