KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

KEMENDIKTISAINTEK DAN LLDIKTI V INISIASI KONSORSIUM KAMPUS SE-DIY UNTUK SOLUSI BERSAMA BENCANA DAN MASALAH DAERAH

A
Admin Kampuspers 9 September 2026, 12:24 WIB
3 min baca 1 views
KEMENDIKTISAINTEK DAN LLDIKTI V INISIASI KONSORSIUM KAMPUS SE-DIY UNTUK SOLUSI BERSAMA BENCANA DAN MASALAH DAERAH
"LLDIKTI Wilayah V Jogja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI menginisiasi pembentukan konsorsium perguruan tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menyatukan potensi akademisi, pemerintah, serta dunia usaha dan industri. Wakil Menteri Diktisaintek Fauzan menegaskan bahwa langkah ini diambil agar kampus tidak lagi bekerja secara parsial atau berada di "menara gading", melainkan hadir secara terintegrasi menggunakan kepakaran para dosen dan mahasiswa sebagai problem solver atas persoalan riil di masyarakat. Inisiatif tersebut disambut baik oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menilai keberadaan konsorsium akan menyempurnakan pola kerja sama daerah dan kampus yang selama ini terjalin, sehingga proses pengambilan kebijakan serta penyelesaian masalah di wilayah DIY dapat berjalan jauh lebih efektif."

KAMPUSPERS (09/09/2026) DIY - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Jogja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI menginisiasi pembentukan konsorsium perguruan tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Konsorsium tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

Wakil Menteri Diktisaintek Fauzan mengatakan konsorsium dibentuk agar perguruan tinggi tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam merespons berbagai persoalan di wilayah DIY. Menurutnya, kolaborasi antarkampus dengan pemerintah serta dunia usaha dan dunia industri diharapkan membuat upaya penyelesaian masalah daerah menjadi lebih efektif.

"Tujuannya untuk bekerja bersama-sama antarperguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri dalam rangka mengatasi problem yang ada di wilayah masing-masing," kata Fauzan setelah membuka Sarasehan Sains dan Teknologi, Rabu (9/9/2026).

Fauzan mengatakan selama ini berbagai program dan kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah daerah masih cenderung dilakukan secara parsial. Kondisi tersebut membuat potensi besar yang dimiliki masing-masing kampus belum sepenuhnya terintegrasi.

"Kalau selama ini perguruan tinggi itu masih bersifat sendiri-sendiri atau parsial, hasilnya kurang efektif. Maka, pada hari ini kita memulai agar perguruan tinggi itu bisa bekerja bersama-sama," katanya.

Melalui konsorsium tersebut, perguruan tinggi di DIY diharapkan dapat menyatukan berbagai kepakaran yang dimiliki. Dengan demikian, kontribusi kampus tidak berhenti pada kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian masyarakat secara terpisah, tetapi diarahkan untuk menjawab persoalan konkret yang dihadapi daerah.

Fauzan menegaskan perguruan tinggi pada hakikatnya merupakan bagian dari entitas masyarakat. Karena itu, kampus tidak seharusnya dipandang sebagai institusi yang berada di Menara Gading atau terpisah dari persoalan masyarakat.

"Kami berharap kampus yang ada di DIY ini berkontribusi atau menjadi problem solver terhadap persoalan-persoalan yang tadi sudah disampaikan oleh Gubernur DIY. Saya kira itu semangatnya," katanya.

Fauzan berharap keberadaan konsorsium perguruan tinggi DIY dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada di kampus. Perguruan tinggi memiliki dosen, pakar, ahli, dan mahasiswa dengan berbagai bidang keahlian yang dapat digerakkan untuk membantu pemerintah daerah.

Menurutnya, keberagaman kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan krusial yang dihadapi pemerintah daerah.

"Perguruan tinggi ini kan tempatnya orang pintar, orang unggul, ada mahasiswa dan dosen yang memiliki kepakaran berbeda-beda. Tentu itu harus kita gerakkan, bekerja sama dengan instansi terkait untuk bersama-sama mengatasi masalah," katanya.

Konsep konsorsium tersebut sekaligus menjadi upaya untuk membangun pola kerja yang lebih terintegrasi antarpemangku kepentingan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi penyedia pengetahuan, tetapi juga dapat mengambil peran lebih besar dalam proses penyelesaian persoalan daerah.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut pembentukan konsorsium perguruan tinggi se-DIY. Menurutnya, konsorsium dapat semakin meningkatkan peran kampus dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus memberikan masukan dalam proses pengambilan kebijakan.

"Selama ini kami juga banyak dengan perguruan tinggi pemerintah maupun swasta melakukan MoU, jadi hanya tinggal dengan kebijakan secara menyeluruh, nasional begini bisa lebih efektif di dalam pola dialog maupun pendekatan," katanya.

Sri Sultan mengatakan pemerintah kabupaten dan kota di DIY selama ini telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satu bentuk kerja sama tersebut dilakukan melalui pelibatan seorang profesor untuk memahami aspek kompetensi tertentu sesuai kebutuhan pemerintah daerah.

Profesor yang dilibatkan tersebut dapat berganti setiap enam bulan sesuai dengan kebutuhan. Pola tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu pemerintah kabupaten dan kota di DIY.

Dengan adanya konsorsium perguruan tinggi se-DIY, kerja sama yang selama ini berjalan secara individual antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan dapat diperkuat melalui kebijakan yang lebih menyeluruh. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat kepakaran kampus semakin efektif digunakan untuk mendukung penyelesaian persoalan di DIY.

Tag:
Bagikan:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!