LPDP KELOLA DANA ABADI PENELITIAN RP 13,99 TRILIUN DAN SUDAH DANAI 4.765 PROYEK RISET INOVASI
KAMPUSPERS (09/09/2026) JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak hanya memberikan dukungan terhadap pendidikan bangsa lewat program beasiswa kuliah.
LPDP juga membiayai riset lewat Dana Abadi Penelitian yang kini jumlahnya telah mencapai RP 13,99 triliun.
"Ini adalah dana abadi yang hasil pengembangannya digunakan untuk pendanaan Litbangjirap (Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan) dalam rangka menghasilkan invensi dan inovasi," kata Kepala Divisi Pendanaan RIset LPDP di Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Purwana menuturkan, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, LPDP telah mendanai 4.765 proyek penelitian.
Angka ini menurut Purwana jauh lebih kecil dari pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) yang per tahun dapat mendanai sekitar 16.000 riset.
Tentunya dari proyek-proyek penelitian tersebut juga ada yang berujung menjadi produk untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. "Jadi sampai dengan saat ini pendanaan LPDP telah menghasilkan 2.185 produk / teknologi," tutur Purwana.
Purwana menuturkan, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, LPDP telah mendanai 4.765 proyek penelitian.
Ia mengakui tantangan masih ada untuk membuat produk-produk tersebut idak hanya berhenti pada prototipe atau konsep kebijakan, tetapi harus menjadi manfaat di tengah masyarakat.
Data LPDP mencatat penelitian yang didanai melahirkan 205 kebijakan, menghasilkan pula 3.943 hak kekayaan intelektual, 7.618 publikasi, dan 726 penghargan.
Angka ini menurut Purwana jauh lebih kecil dari pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) yang per tahun dapat mendanai sekitar 16.000 riset.
Pendanaan LPDP telah diakses setidaknya 17.586 peneliti (ketua dan anggota peneliti).
Saat ini LPDP mendanai 849 proyek penelitian dengan pendanaan Rp 583,9 miliar. Untuk setiap proyek penelitian rata-rata memerlukan biaya Rp 688 juta. Bidang penelitiannya pun ada 14 macam :
1. Tanaman Pangan
2. Peternakan dan Pembibitan
3. Pangan Fungsional
4. Hortikultura
5. Perikanan dan Akuakultur
6. Pascapanen dan Pengolahan
7. Bioteknologi dan Genomik
8. Pupuk dan Biostimulan
10. Smart Farming / AI / IoT
11. Lingkungan dan Sirkular
12. Kopi / Teh / Kakao / Porang
13. Ketahanan Pangan dan Kebijakan
14. Keamanan Pangan dan Kemasan
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!