KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

KEMENDIKTISAINTEK IMBAU PERGURUAN TINGGI MOBILISASI PAKAR DAN BUKA POSKO SIAGA TANGGAPI ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU

A
Admin Kampuspers 7 September 2026, 02:26 WIB
2 min baca 2 views
KEMENDIKTISAINTEK IMBAU PERGURUAN TINGGI MOBILISASI PAKAR DAN BUKA POSKO SIAGA TANGGAPI ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU
"Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengimbau seluruh perguruan tinggi untuk merespons erupsi Gunung Anak Krakatau dengan mengerahkan pakar multidisiplin, mengaktifkan posko siaga kampus, serta berkoordinasi erat dengan BNPB, BMKG, dan PVMBG untuk menangani dampak bencana sekaligus meredam hoaks. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi dalam memantau perkembangan bencana, menyalurkan bantuan darurat, dan menyesuaikan kegiatan perkuliahan secara daring atau hybrid demi meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik, sembari mengonfirmasi bahwa hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas kampus."

KAMPUSPERS (07/09/2026) JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) mengimbau semua perguruan tinggi segera mengerahkan para pakar guna membantu penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di tengah masyarakat.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyampaikan permintaan ini saat Konferensi Pers Pembaruan Informasi Layanan Pendidikan Pascaerupsi Krakatau yang digelar secara daring, Minggu (6/9/2026) di Jakarta.

"Kami mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi para pakar, baik pakar kesehatan, teknik, lingkungan, kebencanaan, psikologi, dan lain-lain untuk selalu terlibat dan memantau perkembangan erupsi ini," kata Fauzan, Senin (7/9/2026).

Menurut Fauzan penting agar para pakar ilmiah dari kalangan akademisi untuk terlibat pada pemantauan perkembangan fenomena alam ini dan memberikan respons secara terukur.

Secara khusus Fauzan mengingatkan perguruan tinggi untuk aktif menekan peredaran hoaks di tengah masyarakat terkait bencana alam.

Ia berpesan bahwa setiap sivitas akademika wajib menguraikan analisis dan pergerakannya berdasarkan sumber resmi pemerintah. Yakni melalui koordinasi erat bersama BNPB, BMKG, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Di samping andil melalui tenaga ahli, Wamendiktisaintek turut meminta pimpinan perguruan tinggi untuk mendiskusikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun sivitas akademika secara mendesak.

Setiap kampus harus segera mengaktifkan posko siaga di lingkungannya masing-masing dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Hal ini lantaran status kampus sebagai pusat kendali tanggap darurat.

Terkait aktivitas di lingkungan perguruan tinggi, menurutnya perlu mengurangi kegiatan di luar ruang.

"Aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik yang lain dapat dilakukan secara daring atau hybrid, atau cara yang dianggap lebih efektif dalam rangka untuk mengurangi terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh debu erupsi itu," ujarnya.

Ia memastikan hingga sekarang belum ada laporan jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur di perguruan tinggi akibat paparan abu vulkanik.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!