SUARAKAN SUSAHNYA BERAS DI ALOR NTT, MAHASISWA UNDIP DIHADIAHI BEASISWA S2 KE UNIVERSITY OF SHEFFIELD!
KAMPUSPERS SEMARANG (12/08/2026) - Universitas Diponegoro (Undip) memberikan beasiswa S2 pada Adriano Jeconia Padama atau Dede mahasiswa S1 Fakultas Hubungan Internasional Undip yang menyuarakan harga beras di kampung halamannya Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Adriano Padama curhat kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai sulitnya distribusi pangan dan mahalnya harga beras di daerah asalnya.
Momen haru terjadi saat Mentan Amran menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (6/8/2026).
Sembari menitikan air mata, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional itu mengungkapkan bahwa akses distribusi pangan di wilayah asalnya masih mengandalkan kapal dan bergantung pada kondisi cuaca.
"Saat musim hujan, mungkin karena kami dekat samudera, hujannya itu betul-betul sangat parah," ujarnya kepada Mentan Amran dikutip dari tayangan di Youtube Undip TV Official.
Menurut Adriano, ketika kondisi itu terjadi, yang menjadi masalah adalah kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24.000-27.000 ton per tahun. Sementara kemampuan produksi daerah hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan.
"Sehingga harga beras sering naik dan mahal," ucapnya. Curhat harga berasi di Alor Lanjut dia, harga beras di wilayah perkotaan Alor sekitar Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. Sementara di wilayah pedalaman, harga normal berkisar Rp 17.000-Rp 18.000 per kilogram.
"Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 (per kilogram)," tandas Adriano. Dengan kondisi itu, Adriano khawatir anak-anak kecil di Alor terpaksa beralih mengonsumsi umbi-umbian.
"Yang saya tahu kalau mereka makan umbi-umbian sejak kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar. Dan mohon maaf lubang pembuangan (kotoran) mereka akan mengecil dan itu betul-betul sangat menyakitkan," katanya.
Mendengar penjelasan tersebut, Mentan Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui sambungan telepon di hadapan seluruh peserta. Ia memerintahkan Bulog segera mengirim beras ke Alor dan juga membangun satu gudang penyimpanan di sana.
Persoalan harga beras itu disampaikan Dede langsung dihadapan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Atas tindakannya itu Dede kini mendapat beasiswa S2 double degree di Undip dan University of Sheffield, Inggris.
"Mudahan Mas Adriano bisa bertumbuh dengan Undip, mungkin tiga setengah tahun lagi, atau empat tahun mudah-mudahan lulus maksimal. Kita akan kirim Mas Adriano ke Sheffield University, University of Sheffield di UK, dengan beasiswa dari Universitas Diponegoro," kata Rektor Undip Suharnomo dikutip dari akun Instagram resmi @undip_official, Selasa (11/8/2026).
"Kami berharap Mas Adriano nanti tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak lebih luas lagi, tidak hanya untuk masyarakat Alor, tapi juga masyarakat NTT, secara umum untuk kita semua, bangsa Indonesia," ujar Suharnomo.
Merespons hal itu, Dede mengaku senang dan tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa S2 double degree dari kampusnya. Padahal, tujuan awalnya, Dede hanya ingin menyampaikan keluh kesah mengenai harga beras di kampung halamannya.
"Saya sebenarnya tidak expect akan cerita seperti ini, karena pikiran saya adalah saya sampaikan dulu apa yang harus saya sampaikan. Tapi jika sudah sampai seperti ini, ya enak, Tuhan, terima kasih," ucap Dede.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!