SEKOLAH DI NTT GELAR KBM DI TENDA DARURAT PASCA GEMPA M 7,7
KAMPUSPERS (03/09/2026) NTT - SD di NTT mulai menggelar kegiatan belajar untuk anak sekolah di tengah pemulihan pascagempa magnitudo 7.7. Kegiatan sekolah digelar di atas tenda darurat.
TIGA tenda berukuran 5 kali 7 meter berdiri di lapangan SDK Wancang di Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 2 September 2026 pagi.
Tenda berbahan terpal berwarna biru dengan fondasi bambu itu digunakan siswa dan siswi SDK Wancang memulai kegiatan belajar mengajar tatap muka hari pertama sejak gempa utama melanda NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026.
"Kami melaksanakan di dalam posko darurat pasca gempa. Kami melaksanakan dengan penuh semangat," kata Guru WDK Wancang, Andi, saat dihubungi, Rabu, 2 September 2026.
Masing-masing tenda diisi sekitar 5 sampai 10 siswa. Mereka menata meja dan kursi berbentuk U sehingga berhadapan dengan sebuah papan tulis. Tidak ada dinding pelindung di dalam tenda itu. Sehingga, sinar matahari mengenai langsung anak-anak ketika melakukan KBM.
"Meski banyak kekurangan tapi anak-anak senang bisa ketemu dengan teman-temannya," kata Andi.
Pihak sekolah belum berani untuk memberikan pelajaran di ruang kelas. Dinding sekolah yang retak membuat mereka was-was ketika ada gempa susulan. "Anak-anak masih trauma," kata dia.
SDK Wancang memiliki 114 siswa. Jadwal masuknya berselang-seling, pada Rabu dan Jumat diisi kelas 1, 3, dan 5, sementara kelas 2, 4, dan 6 masuk pada Selasa dan Kamis.
“Supaya kami bisa mengawasi anak tidak bermain di dalam gedung,” kata Andi.
Pada hari pertama ini, anak-anak tak langsung diajarkan materi pelajaran. Para guru berupaya untuk menyembuhkan trauma healing anak-anak lebih dahulu. Andi berharap pemerintah bisa menyalurkan tenda yang lebih layak supaya anak-anak bisa belajar lebih nyaman.
Kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak gempa NTT kembali dimulai pada Senin, 31 Agustus 2026 setelah gempa bumi M 7,7. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengumumkan metode pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sekolah.
Bila sekolah masih bagus bangunannya, KBM tatap muka bisa dilakukan. Namun, bila kondisi sekolah rusak parah, bisa melakukan pelajaran jarak jauh.
Prioritas dan komitmen Kemendikdasmen adalah keselamatan guru dan murid di wilayah bencana. Karena itu, pembelajaran yang dilakukan juga mempertimbangkan keselamatan guru dan murid dengan menggunakan sistem pembelajaran darurat dengan kurikulum darurat," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Rabu, 19 Agustus 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!