MAHASISWA CIANJUR KECAM DUGAAN PENYIMPANGAN SEKSUAL DUA OKNUM KKN DAN DESAK EVALUASI KAMPUS
KAMPUSPERS (31/08/2026) CIANJUR - Mahasiswa Cianjur angkat bicara terkait dua mahasiswa yang diduga terlibat penyimpangan seksual sesama jenis di tengah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Para mahasiswa menyatakan sikap menolak LGBT di Cianjur dan mendorong setiap kampus untuk turut menyerukan gerakan serupa. Mahasiswa Al Azhari Cianjur, Andika Rajes, mengatakan tindakan dua mahasiswa tersebut tidak semata-mata menjadi persoalan internal perguruan tinggi tempat mereka belajar, tetapi juga menyeret nama baik mahasiswa Cianjur.
"Tindakannya mencemari nama baik mahasiswa Cianjur. Terlebih bagi para mahasiswa yang telah dan tengah menjalani pengabdian di desa atau KKN," kata dia, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, ribuan mahasiswa sejak sebulan terakhir berusaha menjaga nama baik dan memberikan berbagai kontribusi untuk membangun desa, namun kini tercoreng oleh perilaku dua orang tersebut.
"Sudah susah payah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memberikan kontribusi di desa. Tapi sekarang yang tersorotnya tindakan dari oknum mahasiswa tersebut," kata dia.
Dia menegaskan, para mahasiswa di Cianjur mengecam perilaku seks menyimpang tersebut dan berharap para pelakunya diproses lebih lanjut.
"Kami mengutuk keras siap perbuatan penyimpanan seksual atau LGBT. Kami dengan tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk keberadaan, aktivitas, perkumpulan, kampanye, maupun propaganda kelompok LGBT di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur," tegasnya.
Irsan, mahasiswa Universitas Suryakancana Cianjur, menuturkan peristiwa dua mahasiswa yang terpergok bermesraan sesama jenis tersebut menjadi alarm untuk seluruh kampus di Cianjur.
Oleh karena itu, dirinya juga mendorong agar pihak perguruan tinggi melakukan evaluasi hingga pembinaan karakter agar tidak ada lagi mahasiswa di Kota Santri yang melakukan penyimpangan seksual.
"Ini alarm untuk kita dan pihak kampus untuk segera bergerak. Makanya kami mendorong agar perguruan tinggi menyerukan gak serupa, menolak LGBT. Di sisi lain, kami meminta seluruh perguruan tinggi di Cianjur mengevaluasi pembinaan karakter, kode etik, serta pengawasan terhadap seluruh kegiatan mahasiswa agar persoalan serupa tidak terjadi di kampus lainnya," kata dia.
Menurutnya, mahasiswa juga akan bergerak bersama organisasi Islam yang belakangan melakukan gerakan penolakan LGBT di Cianjur.
"Kami menyatakan dukungan terhadap Ormas Islam di Cianjur yang sedang masif bergerak untuk menyuarakan penolakan terhadap perilaku LGBT sebagai bentuk aspirasi moral dan keagamaan masyarakat, sepanjang dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional," ucap dia.
Di sisi lain, Vito Andri Yaksa, mahasiswa Unpi Cianjur, mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur bergerak cepat dalam mencegah penyebaran perilaku seks menyimpang di Tatar Santri.
"Belum lama ini juga ada kasus ASN Nakes melakukan pelecehan seksual sesama jenis. Kemudian terjadi lagi sekarang dua mahasiswa. Tentu Pemerintah Kabupaten Cianjur harus segera merespons keresahan masyarakat dengan langkah nyata, berbasis data, edukasi, pembinaan, penguatan keluarga, perlindungan generasi muda," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua mahasiswa laki-laki yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) digerebek warga usai kepergok bermesraan sesama jenis di depan warung di sekitar Gang Rinjani, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!