KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

PEMKAB PANGANDARAN SIAPKAN LAHAN 30 HEKTAR UNTUK PENGEMBANGAN KAMPUS ISBI BANDUNG

A
Admin Kampuspers 31 Agustus 2026, 14:17 WIB
4 min baca 1 views
PEMKAB PANGANDARAN SIAPKAN LAHAN 30 HEKTAR UNTUK PENGEMBANGAN KAMPUS ISBI BANDUNG
"Pemerintah Kabupaten Pangandaran tengah memproses hibah lahan seluas 30 hektar di Desa Cikalong untuk ekspansi kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, menggantikan rencana awal seluas 10 hektar demi memenuhi standar luas perguruan tinggi negeri. Langkah ini diambil Rektor ISBI Bandung, Retno Dwimarwati, bersama Bupati Citra Pitriyami guna mengatasi keterbatasan lahan kampus pusat di Bandung yang hanya seluas 1,5 hektar. Pada tahap awal, pengembangan dilakukan secara bertahap dengan mengadopsi program studi yang sudah ada seperti tari, karawitan, teater, pendidikan seni, dan seni rupa, sebelum nantinya merintis program studi baru berbasis agro-maritime culture sesuai potensi khas daerah Pangandaran."

KAMPUSPERS (31/08/2026) PANGADARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyiapkan lahan seluas 30 hektar di Desa Cikalong untuk pengembangan kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengembangan pendidikan seni dan budaya ISBI Bandung di luar kampus, utamanya di Bandung.

Saat ini, proses hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran kepada ISBI Bandung masih berlangsung. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, pemerintah daerah memang menyiapkan lahan tersebut agar rencana pengembangan kampus ISBI Bandung di Pangandaran dapat segera direalisasikan.

"Rencananya kami menghibahkan 30 hektar di Cikalong buat kampus ISBI. Mudah-mudahan segera dibangun karena memang kalau ISBI kan sebenarnya kampusnya sudah ada di Bandung," ujar Citra saat diwawancarai seusai pertunjukan teater Total Niskala Gudha Siti Samboja di Alun-alun Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Minggu (23/8/2026) malam.

Saat ditanya mengenai perkembangan hibah lahan tersebut, Citra menyebut proses administrasi masih berjalan.

"Tinggal proses," katanya.

Rencana pembangunan kampus tersebut mendapat respons positif dari ISBI Bandung.

Rektor ISBI Bandung, Retno Dwimarwati, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sebelumnya telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar.

Namun, luas tersebut kemudian dikomunikasikan dengan kementerian dan dinilai belum mencukupi untuk pengembangan perguruan tinggi negeri berbentuk institut.

"Dari kementerian bilang, 'kagok kalau 10 hektar'. Standarnya perguruan tinggi negeri, universitas atau institut itu 30 hektar," ujar Retno. Setelah ada pembicaraan tersebut, ISBI Bandung kembali melihat lokasi yang disiapkan di Desa Cikalong.

Pihak kampus juga telah melakukan survei dan bertemu dengan kepala desa setempat. Menurut Retno, respons dari pemerintah desa terhadap rencana pengembangan kampus tersebut cukup positif. Kebutuhan lahan yang luas juga berkaitan dengan kondisi kampus ISBI Bandung yang berada di Bandung.

Saat ini, kampus tersebut hanya memiliki lahan sekitar 1,5 hektar sehingga ruang untuk pengembangan fisik maupun aktivitas akademik menjadi terbatas. "Lahan ISBI Bandung itu hanya 1,5 hektar. Alit pisan (sangat kecil). Jadi, kalau untuk pengembangan itu ada sendiri," katanya.

ISBI Bandung saat ini menerima sekitar 600 mahasiswa setiap tahun. Dengan adanya pengembangan kampus di Pangandaran, kapasitas pendidikan seni dan budaya yang dimiliki ISBI Bandung diharapkan dapat diperluas.

Meski demikian, Retno mengatakan pengembangan di Pangandaran tidak serta-merta dimulai dengan membuka program studi baru.

Pada tahap awal, ISBI Bandung akan mengadopsi sejumlah program studi yang telah berjalan di kampus Bandung untuk kemudian dikembangkan di Pangandaran.

Beberapa bidang yang disiapkan antara lain seni tari, karawitan, teater, pendidikan seni, dan seni rupa.

"Awalnya kami sepertinya mengadopsi yang ada di ISBI Bandung ke Pangandaran. Jadi, ada tari, ada karawitan, ada teater, itu pindah dulu atau ada cabang di Pangandaran," ujarnya.

Menurut Retno, pendekatan tersebut dipilih karena pembukaan program studi baru membutuhkan proses tersendiri. Karena itu, pengembangan pendidikan di Pangandaran akan dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan program studi yang sudah dimiliki ISBI Bandung.

Di sisi lain, ISBI Bandung juga telah melakukan kajian awal mengenai potensi seni dan budaya di Pangandaran.

Kajian tersebut salah satunya dilakukan oleh dosen ISBI Bandung yang berasal dari Pangandaran. Pengetahuan mengenai karakter daerah dinilai dapat menjadi salah satu pijakan dalam menentukan arah pengembangan kampus nantinya.

"Jadi, kami sudah melihat potensi Pangandaran. Ada juga orang Pangandaran dosen di kami, jadi dia sudah melakukan dulu kajian-kajian supaya nanti di Pangandaran seperti apa," kata Retno.

Dalam jangka panjang, pengembangan pendidikan ISBI Bandung di Pangandaran tidak hanya akan meniru program yang sudah ada di Bandung.

Retno mengatakan, jika nantinya dibuka program studi baru, pengembangannya akan diarahkan pada karakter khas Pangandaran yang memiliki potensi seni, budaya, pertanian, dan kemaritiman. Konsep tersebut akan dikembangkan melalui pendekatan agro-maritime culture.

"Kalau ke depan pendiriannya prodi baru, kami akan berorientasi pada agro-maritime culture. Jadi, itulah ciri khas Pangandaran yang akan berbeda dengan ISBI Bandung Buahbatu," ujar Retno.

Dengan konsep tersebut, keberadaan kampus di Pangandaran diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan formal.

Kawasan Pangandaran juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar sekaligus laboratorium bagi ISBI Bandung untuk menggali seni dan budaya yang tumbuh di daerah.

Retno mengatakan, proses tersebut tetap akan dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, program yang telah dimiliki ISBI Bandung akan dioptimalkan terlebih dahulu sebelum kemudian dikembangkan program studi baru yang lebih spesifik dengan karakter Pangandaran. Di tengah proses tersebut, ISBI Bandung masih menunggu penyelesaian hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Retno berharap proses administrasi tersebut dapat segera diselesaikan sehingga rencana pengembangan kampus ISBI Bandung di Pangandaran dapat berlanjut ke tahap berikutnya.

"Jadi, sekalian kami memberikan acara pada evaluasi ini, tapi juga bismillah, insyaallah ke depan ISBI Bandung ada di Pangandaran," ujar Retno.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!