KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

KETERLAMBATAN JAS ALMAMATER ISI JOGJA, CERMIN BURUKNYA PERENCANAAN DAN TATA KELOLA KAMPUS

A
Admin Kampuspers 13 Agustus 2026, 11:47 WIB
3 min baca 6 views
KETERLAMBATAN JAS ALMAMATER ISI JOGJA, CERMIN BURUKNYA PERENCANAAN DAN TATA KELOLA KAMPUS
"Keterlambatan pembagian jas almamater bagi 1.800 mahasiswa baru ISI Jogja sempat memicu sorotan di media sosial, namun pihak kampus menampik isu kelambatan bertahun-tahun dan menegaskan kendala tersebut hanya bergeser satu hari akibat proses pemilahan ukuran serta pengaturan alur distribusi demi mencegah antrean membludak. Pihak Kehumasan ISI Jogja mengonfirmasi bahwa distribusi langsung diselesaikan di gedung rektorat usai menerima laporan dari BEM, meskipun insiden ini tetap menyisakan kritik terkait lemahnya perencanaan logistik dan pola penanganan kampus yang cenderung reaktif dalam merespons agenda tahunan serta menyikapi nilai simbolis identitas mahasiswa baru."

KAMPUSPERS YOGYAKARTA (13/08/26) - Keterlambatan pembagian jas almamater untuk mahasiswa baru (maba) Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja ramai di media sosial (medsos). ISI Jogja menyebut keterlambatan itu karena proses sortir dan persiapan jalur pembagian jas tersebut.

"Di aplikasi sebelah lagi rame soal jas almamater mahasiswa baru ISI Yogyakarta yang pendistribusiannya telat, 3 tahun ini persoalannya masih sama. Jadi selama PKKMB, mahasiswa baru tidak bisa memakai jas almamaternya," kata akun X @txtfromjogja seperti dilihat detikJogja, Kamis (13/8/2026).

Perwakilan bagian Pendidikan dan Kehumasan ISI Jogja, M. Hery Sutanto, mengatakan masa registrasi 1.800 maba berlangsung pada 10-12 Agustus 2026. Menurutnya, pembagian jas almamater mengalami keterlambatan satu hari saja.

"Nah, siang ini sudah kita bagikan mulai pukul 13.00 WIB di lobi gedung rektorat ISI Jogja. Mahasiswa juga sudah berdatangan dan mengambil jas almamater, jadi semuanya sudah terkondisi," kata Hery saat dihubungi detikJogja, Kamis (13/8).

"Biasanya itu kan di saat registrasi tanggal 10, 11, 12 Agustus 2026. Nah, karena di sampai hari terakhir belum mendapatkan mereka mengadu ke BEM dan BEM bilang ke kita, tapi tidak apa-apa," ujarnya.

Petugas saat membagikan jas almamater kepada 1.800 mahasiswa baru di lobi gedung rektorat ISI Jogja. Pihaknya pun menampik soal narasi keterlambatan pembagian jas almamater tiga tahun. Dia menyebut keterlambatan hanya satu hari.

"Oh, nggak. Jadi memang kebetulan enggak pas di registrasinya itu saja. Memang mereka harapannya kan pas registrasi, pemberkasan, terus dapat jas almamater. Di mana-mana kan jadi kebanggaan gitu ya kalau selesai registrasi, tapi meleset sehari," ujarnya.

Terkait kendala keterlambatan pembagian jas almamater maba ISI Jogja ini, pihaknya menyebut karena faktor persiapan. Sebab, ISI Jogja perlu melakukan sortir ukuran jas almamater hingga menyiapkan jalur pengambilan agar tidak penuh sesak.

"Sebenarnya kita sudah ready (siap), cuma kan persiapan-persiapan dari barang yang mau kita bagi itu kan kita pilah-pilah dulu per ukuran lalu per jalur dan lain sebagainya. Jadi, prepare (persiapan) itu saja sebenarnya," ucapnya.

"Karena ketika kita bagi di saat registrasi yang bersamaan itu antrenya berjubel dan enggak karuan. Jadi kita yang kewalahan nanti, karena itu kita persiapkan dengan matang," jelasnya.

Keterlambatan pembagian jas almamater bagi mahasiswa baru ISI Jogja mencerminkan lemahnya perencanaan dan manajemen logistik di tingkat perguruan tinggi. Pihak humas beralasan bahwa kendala terjadi akibat proses pemilahan ukuran jas serta pengaturan alur distribusi demi menghindari penumpukan antrean.

Namun, dalih ini terkesan menyederhanakan masalah, mengingat agenda registrasi mahasiswa baru merupakan kegiatan rutin tahunan yang alur operasional serta inventarisasinya seharusnya sudah tuntas disiapkan jauh sebelum hari pelaksanaan.

Selain mengabaikan nilai simbolis jas almamater sebagai wujud kebanggaan dan identitas awal mahasiswa baru, insiden ini memperlihatkan mekanisme penanganan yang cenderung reaktif. Kampus seolah-olah baru tergerak membereskan distribusi setelah muncul keluhan publik di media sosial yang diteruskan oleh pihak BEM.

Sebagai institusi pendidikan negeri bereputasi tinggi, ISI Jogja sepatutnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok dan tata kelola administrasinya agar permasalahan teknis serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!