KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

AUSTRALIA BANTING STIR: MAHASISWA ASING BANYAK DILARANG BAWA KELUARGA DEMI TEKAN ANGKA MIGRASI

A
Admin Kampuspers 17 September 2026, 06:22 WIB
2 min baca 13 views
AUSTRALIA BANTING STIR: MAHASISWA ASING BANYAK DILARANG BAWA KELUARGA DEMI TEKAN ANGKA MIGRASI
"Pemerintah Australia berencana melarang mahasiswa asing membawa anggota keluarga saat menempuh studi demi menekan angka migrasi luar negeri bersih atau Net Overseas Migration (NOM) dari 300.000 menjadi 225.000 pada tahun 2028. Kebijakan ini diambil melalui pemangkasan visa sementara untuk mencegah praktik visa hopping dan membatasi klaim suaka, mengingat dari 337.427 visa pelajar yang diterbitkan pada 2026, sebanyak 45.991 di antaranya merupakan pemohon sekunder atau anggota keluarga tanggungan. Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menegaskan pengetatan ini bertujuan memberi pemerintah kendali lebih besar atas arus keluar-masuk warga asing sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian nasional tanpa mengganggu pemulihan ekonomi secara keseluruhan."

KAMPUSPERS (17/09/2026) AUSTRALIA - Pemerintah Australia akan melarang mahasiswa asing dari negara luar untuk membawa anggota keluarga saat datang dengan tujuan studi. Selama ini Australia mengizinkan bahkan mengajak pelajar internasional untuk membawa keluarga mereka ke Negeri Kanguru agar dapat mengenal budaya, bereksplorasi, hingga membangun konektivitas, Kamis (17/8/2026).

Pemerintah setempat ingin mengurangi migrasi luar negeri bersih atau National Omigrant Monitoring (NOM) dari 300.000 menjadi 225.000 pada tahun 2028

Sekaligus untuk meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian, menurut The Guardian.

Cara yang diambil pemerintah Australia yakni memangkas jumlah visa sementara. Dengan pemangkasan itu pemerintah memastikan para migran meninggalkan Australia setelah visa mereka habis masa berlakunya.

Tujuannya ialah mencegah apa yang disebut "visa hopping" (berganti-ganti jenis visa) dan membatasi kemampuan mereka untuk mengklaim perlindungan.

Pada 2026 lalu, pemerintah Australia memberikan 337.427 visa pelajar. Dari jumlah tersebut, 45.991 orang di antaranya adalah pemohon sekunder yang diklasifikasikan sebagai tanggungan atau keluarga. Burke telah berencana untuk mengumumkan kebijakan tersebut enam minggu yang lalu, tetapi terpaksa tiba-tiba menunda pidato di National Press Club (NPC) karena adanya perbedaan pendapat antara para menteri yang saling bertentangan. Rencana pelarangan ini memungkinkan pemerintah memiliki lebih banyak kendali atas jumlah orang yang masuk dan keluar dari Australia

“Kita memang perlu menurunkan migrasi bersih dari luar negeri. Kita perlu memastikan bahwa kita menangani angka-angka secara keseluruhan, dan melakukannya dengan cara yang masuk akal dan terarah yang memberikan jalur termudah melalui perekonomian Australia," kata Burke, dikutip dari The Guardian.

NOM di Australia mengukur jumlah orang yang masuk atau keluar negara tersebut untuk jangka waktu minimal 12 bulan dalam 16 bulan, termasuk warga negara Australia yang pergi dan kembali. Angka NOM telah turun selama tujuh kuartal berturut-turut sejak September 2023.

Diperkirakan akan turun lebih rendah pada 2027-2028 dari level sebelum Covid. Kendati demikian, pemegang visa sementara tetap tinggi. Menurut data Biro Statistik Australia yang dilansir The Guardian, terdapat 568.370 kedatangan dari luar negeri pada tahun fiskal 2024-2025.

Terkait keluarga para migran terampil, belum jelas apakah pemerintah Australia juga akan menargetkan mereka. Namun Burke baru-baru ini secara drastis memperlambat pemrosesan visa tenaga kerja terampil dan visa keluarga yang diajukan oleh para pemohon dari luar negeri.

Untuk mengatasi lonjakan visa sementara, pemerintah juga mempertimbangkan pencabutan hak kerja para migran. Sementara yang permohonan perlindungannya telah ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri Australia.

Sementara yang permohonan perlindungannya telah ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri Australia.

Setiap bulan rata-rata ada 1.580 klaim perlindungan yang diajukan di Australia. Sebagian besar diajukan migran dari Tiongkok, India, dan Malaysia yang datang ke Australia dengan visa pelajar atau visa kunjungan.

Bagikan:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!