KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

UNIVERSITAS SANATA DHARMA DAN GEORGETOWN UNIVERSITY GELAR GEORGETOWN GLOBAL DIALOGUES 2026 DI YOGYAKARTA

A
Admin Kampuspers 17 Oktober 2026, 15:25 WIB
4 min baca 1 views
UNIVERSITAS SANATA DHARMA DAN GEORGETOWN UNIVERSITY GELAR GEORGETOWN GLOBAL DIALOGUES 2026 DI YOGYAKARTA
"Universitas Sanata Dharma berkolaborasi dengan Georgetown University menyelenggarakan konferensi internasional Georgetown Global Dialogues (GGD) 2026 bertema “The Global South and a World Transformed” di Yogyakarta pada 15–17 Oktober 2026. Konferensi antar-perguruan tinggi Jesuit ini menjadi ruang dialog akademik inklusif untuk memperluas jejaring serta membahas berbagai isu krusial Selatan Global (Global South), mulai dari warisan Konferensi Asia-Afrika, pluralisme agama, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otoritarianisme. Rektor Universitas Sanata Dharma, Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, Ph.D., bersama Vice President for Global Engagement Georgetown University, Thomas Banchoff, menegaskan bahwa kemitraan strategis ini bertujuan mempertemukan perspektif lokal dengan percakapan internasional sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman lintas budaya yang humanis dalam menghadapi perubahan tatanan dunia."

KAMPUSPERS (16/10/2026) YOGYAKARTA - Universitas Sanata Dharma berkolaborasi dengan Georgetown University, salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat, dalam penyelenggaraan Georgetown Global Dialogues (GGD) 2026 di Yogyakarta.

Kolaborasi ini menjadi upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membuka ruang dialog mengenai perubahan tatanan dunia dan peran negara-negara Selatan Global (Global South).

Konferensi internasional bertema “The Global South and a World Transformed” tersebut resmi dibuka pada Kamis (15/10/2026) di Ruang Seminar Driyarkara, Kampus II Universitas Sanata Dharma.

Berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026), GGD menjadi ruang dialog akademik untuk membahas berbagai persoalan sosial, politik, budaya, dan teknologi yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Georgetown University merupakan universitas Jesuit yang berlokasi di Washington, D.C., Amerika Serikat. Universitas tersebut dikenal melalui tradisi akademik dan jejaring internasionalnya.

Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi Universitas Sanata Dharma untuk mempertemukan perspektif lokal dengan diskusi akademik internasional sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas pendidikan tinggi.

Bagi Universitas Sanata Dharma, kerja sama ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar penyelenggaraan konferensi. Sebagai satu-satunya universitas Jesuit di Indonesia, Universitas Sanata Dharma merupakan bagian dari tradisi pendidikan Jesuit yang menghubungkan lembaga-lembaga pendidikan di berbagai negara.

Tradisi tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai proses pengembangan pengetahuan dan kompetensi, tetapi juga sebagai upaya membentuk pribadi yang reflektif, terbuka terhadap perbedaan, berintegritas, dan peduli terhadap persoalan masyarakat.

Pegadaian Raih Dua Penghargaan di Indonesia In-House Counsel Awards 2026 Gunungkidul Disiapkan Jadi Lokasi Pabrik Bioetanol DIY, Petani Peroleh Bantuan Benih Kulonprogo Kekurangan Ratusan Guru SD-SMP, Disdikpora Prioritaskan Penataan SDM

Sebelum pembukaan konferensi, para delegasi mahasiswa (student delegates) dari Georgetown University mengikuti tur kampus ke Kampus I dan Kampus II Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk mengenal lingkungan akademik, fasilitas, dan kehidupan kampus sekaligus membangun interaksi dengan komunitas mahasiswa dari kedua institusi.

Rektor Universitas Sanata Dharma, Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, S.S., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan pentingnya GGD sebagai ruang kolaborasi akademik untuk merespons perubahan dunia.

Menurutnya, keterikatan Universitas Sanata Dharma dengan konteks Selatan Global memberikan perspektif tersendiri yang dapat disumbangkan dalam percakapan internasional.

“Kami percaya bahwa GGD ini merupakan undangan strategis bagi Universitas Sanata Dharma dan jaringan perguruan tinggi untuk terlibat dalam isu-isu global melalui percakapan yang lebih luas, di mana kami dapat memberikan kontribusi unik berkat keterikatan kami dalam konteks South Global,” ujar Rm. Albertus Bagus Laksana.

Sementara itu, Vice President for Global Engagement Georgetown University, Thomas Banchoff, menyampaikan apresiasi atas kemitraan dengan Universitas Sanata Dharma. Ia menjelaskan bahwa GGD merupakan upaya komunitas universitas untuk membangun percakapan global yang lebih inklusif, terutama dengan memberikan ruang bagi suara-suara dari Selatan Global.

“GGD menjadi upaya sederhana kami sebagai komunitas universitas untuk menghasilkan percakapan global yang lebih inklusif tentang jalan keluar di dunia kita yang terbagi ini, serta secara khusus mengangkat suara-suara dari Selatan Global,” kata Thomas Banchoff.

Dari Sejarah hingga Kecerdasan Buatan

Pada hari pertama, diskusi panel berfokus pada sejarah, pelajaran, dan relevansi Gerakan Non-Blok serta warisan Konferensi Asia-Afrika. Pembahasan ini membuka ruang refleksi mengenai peran negara-negara Asia dan Afrika dalam membentuk hubungan internasional sekaligus relevansinya bagi dunia saat ini.

Pada hari kedua dan ketiga, konferensi dijadwalkan membahas beragam tema lain, termasuk pluralisme agama, sastra dan masyarakat, hubungan Tiongkok dengan Selatan Global, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta otoritarianisme.

Beragam isu tersebut relevan bagi generasi muda yang akan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat dalam lingkungan yang semakin terhubung.

Pemahaman lintas budaya, kemampuan menganalisis persoalan dari berbagai sudut pandang, komunikasi lintas latar belakang, serta sikap kritis terhadap perkembangan teknologi menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan zaman.

Melalui forum seperti GGD, mahasiswa berkesempatan memperluas wawasan, mengenal perspektif dari berbagai negara, dan memahami persoalan yang melampaui batas pengalaman sehari-hari.

Pengalaman akademik semacam ini juga dapat membantu mahasiswa membangun cara pandang yang lebih terbuka terhadap berbagai bidang profesi dan tantangan masa depan, tanpa melepaskan kepekaan terhadap persoalan masyarakat di sekitarnya.

Penyelenggaraan GGD sekaligus memperlihatkan bagaimana identitas Universitas Sanata Dharma sebagai universitas Jesuit dapat menjadi jembatan bagi kolaborasi internasional.

Jejaring tersebut membuka ruang perjumpaan akademik yang memperkaya pengalaman belajar dan mempertemukan perspektif lokal dengan percakapan global.

Dari Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma terus mengambil bagian dalam dialog pendidikan tinggi internasional. Melalui kolaborasi dengan Georgetown University, Universitas Sanata Dharma menghadirkan ruang untuk belajar dari perbedaan, memahami perubahan dunia, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi secara cerdas dan humanis bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!