KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

UNAZLAM PALU KLARIFIKASI ISU MOGOK MENGAJAR DOSEN DAN PASTIKAN GAJI SUDAH DIBAYAR

A
Admin Kampuspers 25 September 2026, 23:25 WIB
3 min baca 12 views
UNAZLAM PALU KLARIFIKASI ISU MOGOK MENGAJAR DOSEN DAN PASTIKAN GAJI SUDAH DIBAYAR
"Pihak Universitas Abdul Azis Lamadjido (UNAZLAM) Palu mengklarifikasi isu aksi mogok mengajar massal dengan menegaskan bahwa kegiatan perkuliahan tetap berjalan serta tunggakan gaji dosen telah diselesaikan. Manajemen kampus dan yayasan menjelaskan bahwa yang terjadi bukanlah penolakan pembayaran gaji, melainkan keterlambatan akibat penurunan penerimaan kas mahasiswa yang beralih ke program Berani Cerdas pemerintah provinsi. Meski sempat ada dosen dari Aliansi Dosen dan Tenaga Kependidikan yang menghentikan kegiatan mengajar sementara, pihak kampus memastikan aksi tersebut tidak mewakili seluruh universitas, dan pembayaran gaji dosen telah didahulukan begitu dana dari pemerintah diterima."

KAMPUSPERS (25/09/2026) PALU - Pihak Universitas Abdul Azis Lamadjido (UNAZLAM), Kota Palu, Sulawesi Tengah mengklarifikasi soal kabar dosen mogok mengajar akibat persoalan pembayaran gaji. Pihak kampus menyebut perkuliahan tetap berjalan dan masalah gaji telah diselesaikan.

Sebelumnya, dalam press release tertanggal 18 September 2026, dosen yang tergabung dalam Aliansi Dosen dan Tenaga Kependidikan UNAZLAM menyebut gaji sejumlah dosen tetap dan tenaga kependidikan belum dibayarkan selama tiga bulan.

Aliansi mengaku telah bertemu dengan Ketua Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah dan disepakati bahwa tunggakan gaji akan dibayarkan dalam waktu tujuh hari.

Namun, hingga batas waktu tersebut, aliansi menyatakan belum memperoleh kepastian. Sebagai bentuk sikap, dosen yang tergabung dalam aliansi menyatakan menghentikan sementara kegiatan mengajar sampai tunggakan gaji dibayarkan secara penuh.

Pihak UNAZLAM membantah informasi bahwa dosen di kampus tersebut melakukan aksi mogok mengajar karena gaji belum dibayarkan. Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah yang menaungi UNAZLAM, Rusman Lamakasusa mengatakan, persoalan yang terjadi bukan karena gaji dosen tidak dibayarkan, melainkan adanya keterlambatan pembayaran.

"Kalau berbicara mengenai gaji dosen, tuntutan tersebut sudah kami penuhi. Gaji sudah dibayarkan," kata Rusman saat memberikan klarifikasi di kampus UNAZLAM, Rabu (23/9/2026). Ia juga membantah bahwa seluruh dosen di UNAZLAM berhenti mengajar.

"Selain itu, tidak semua fakultas berhenti mengajar. Sampai hari ini kegiatan perkuliahan tetap berjalan," ujarnya. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNAZLAM, Livawanti mengatakan, kegiatan perkuliahan tetap berjalan sesuai kalender akademik.

"Terkait pemberitaan mengenai adanya program studi yang mogok, itu tidak terjadi secara keseluruhan," kata Livawanti. Dia menjelaskan, UNAZLAM memiliki sejumlah fakultas dan program studi.

Menurut dia, hanya sebagian dosen yang tergabung dalam aliansi yang memutuskan tidak mengajar.

"Keterlambatan pembayaran memang terjadi, tetapi bukan berarti seluruh kegiatan perkuliahan berhenti," ujar Livawanti. Dekan FISIP UNAZLAM, Zubair mengatakan, dinamika yang terjadi melibatkan aliansi yang didominasi dosen Fakultas Ekonomi dan beberapa dosen Fakultas Pertanian.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak mewakili seluruh UNAZLAM. "Jadi, informasi yang berkembang kemarin bukan berarti Universitas Abdul Azis Lamadjido secara keseluruhan atau seluruh universitas melakukan aksi tersebut," kata Zubair.

Menurut dia, kegiatan belajar mengajar di sejumlah fakultas tetap berjalan. Bahkan di Fakultas Ekonomi, kata dia, sebagian besar dosen masih melaksanakan kegiatan mengajar.

"Hanya dosen yang tergabung dalam aliansi yang memilih tidak mengajar," ujar Zubair.

Pelaksana Tugas Wakil Rektor II UNAZLAM, Abdul Rahman Taher menjelaskan, keterlambatan pembayaran berkaitan dengan kondisi penerimaan kampus.

Menurut dia, penerimaan UNAZLAM dari mahasiswa mengalami penurunan pada 2026 karena sekitar 200 hingga 250 mahasiswa yang sebelumnya berstatus reguler berpindah ke program Berani Cerdas. "Jadi, bukan tidak dibayarkan, tetapi mengalami keterlambatan," kata Abdul Rahman.

Menurutnya, perpindahan mahasiswa tersebut membuat pihak kampus harus menunggu pembayaran dari pemerintah provinsi sehingga penerimaan kampus menjadi tersendat. Namun, setelah pembayaran dari pemerintah diterima, pihak kampus mulai melakukan pembayaran kepada dosen.

"Yang kita dahulukan kemarin itu teman-teman dosen," tuturnya. Abdul Rahman juga mengatakan, pembayaran tunjangan sertifikasi dosen dari pemerintah tidak mengalami keterlambatan.

Menurut dia, dosen yang menerima tunjangan sertifikasi tetap berkewajiban menjalankan tugasnya, termasuk kegiatan pendidikan dan pengajaran.

Abdul Rahman menyampaikan bahwa pembayaran yang sebelumnya mengalami keterlambatan selama tiga bulan telah dilakukan. Khusus Fakultas Ekonomi, jumlah dosen disebut sekitar 52 orang.

Pembayaran juga mencakup dosen dari beberapa fakultas lain yang mengalami persoalan serupa. "Kalau yang tiga bulan itu sudah terbayarkan," kata Abdul Rahman.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!