UNAIR KEMBANGKAN IMPLAN LUTUT KHUSUS ANATOMI ASIA, SIAP TEKAN KETERGANTUNGAN IMPOR
KAMPUSPERS (04/09/2026) SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) melakukan pengembangan implan lutut atau Total Knee Arthroplasty (TKA) yang sesuai dengan karakteristik orang Asia.
Pengembangan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST). FK Unair berkontribusi pada aspek klinis dan kebutuhan ortopedi. Lalu Teknik Biomedis FST berfokus pada desain serta biomaterial. Sedangkan RSHP FKH mendukung pengujian praklinis.
Dosen FST Unair, Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes. S.Bio CCD membeberkan bahwa desain implan tersebut didasarkan pada data antropometri dan anatomi lutut masyarakat Asia. Bentuk sendi yang asimetris dan kebutuhan aktivitas dengan tingkat fleksi (gerakan lentur pada persendian) tinggi menjadi pertimbangan.
“Desain ini kami sesuaikan dengan anatomi masyarakat dan kebutuhan aktivitas yang membutuhkan fleksi tinggi. Misalnya gerakan saat salat dan posisi duduk tertentu,” jelas Prihartini, dilansir situs Unair, Rabu (2/9/2026).
Proses riset berlangsung sejak 2024 dan hasil desain selesai pada 2025. Tim kemudian menyeleksi 68 material secara in silico menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Unair melibatkan mitra industri, yakni PT Trafas Dwi Medika yang diwakili oleh Septian Indra Wicaksana dalam pengembangan implan.
Perusahaan tersebut berperan dalam produksi, pembentukan komponen, pengadaan material, serta regulasi dan registrasi produk. Hasil seleksi memperkecil pilihan material yang akan digunakan menjadi tiga material untuk pengujian in vitro menggunakan sel dan pengujian mekanis. Material tersebut berasal dari Perancis, Tiongkok, dan Jerman.
Yang terpilih kemudian menjalani pengujian in vivo di Rumah Sakit Hewan Unair. Setelah 40 hari implantasi, tim melakukan pengambilan sampel jaringan tulang, darah, dan organ pada Selasa (1/9/2026) untuk menganalisis osteointegrasi, biokompatibilitas, respons imunologis, hematologi, dan toksisitas.
Magister Teknik Biomedis Unair, Muhammad Hafizh Athari S.T., M.T., yang terlibat dalam pengembangan TKA menuturkan, pengujian dilakukan untuk memastikan respons tubuh terhadap biomaterial. “Pengujian kami lakukan untuk mengetahui respons tubuh terhadap biomaterial. Mulai dari osteointegrasi, biokompatibilitas, respons imunologis, hingga toksisitas. Seluruh pengujian mengacu pada standar ISO,” ungkap Hafizh.
Dari pengujian sementara tim mendapati hasil yang sesuai dengan harapan. Desain implan pun telah dipatenkan. Saat ini, pengembangan telah memasuki tahap pengujian pra klinis in vivo yang dilakukan di Rumah Sakit Hewan (RSH), Kampus MERR-C.
Usai analisis dan pelaporan selesai, bertekad melangsungkan pengembangan menuju hilirisasi dan produksi.
Tim berharap dapat menghasilkan implan yang sesuai dengan karakteristik pasien Asia sekaligus mengurangi ketergantungan produk impor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!