UGM JADI TUAN RUMAH KONFERENSI PEDOMETRICS 2026 PERTAMA DI ASIA TENGGARA UNTUK DORONG KETAHANAN PANGAN DAN TEKNOLOGI SOIL INTELLIGENCE
KAMPUSPERS (23/09/2026) SLEMAN - Kesenjangan pengetahuan dan kapasitas teknis antara negara maju dan negara berkembang masih menjadi tantangan dalam mengikuti perkembangan ilmu tanah dan teknologi pemetaan. Padahal kemajuan teknologi kecerdasan artifisial, penginderaan jauh, dan teknologi pengamatan membuka peluang untuk memperkuat kapasitas penelitian dan pemetaan tanah di Indonesia.
Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) Universitas Gadjah Mada terus memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan ilmu tanah dan teknologi pemetaan melalui kolaborasi riset dan diseminasi serta konferensi internasional.
“Kami menggandeng para ilmuwan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta membantu memperkuat kapasitas ilmiah yang dibutuhkan. Yang lebih penting, kapasitas tersebut perlu diterjemahkan menjadi pengaruh dan kontribusi nyata dalam pengambilan kebijakan,” kata Koordinator PUAPT UGM, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., dalam konferensi internasional Pedometrics yang mempertemukan peneliti dan ilmuwan bidang ilmu tanah kuantitatif dari berbagai negara yang berlangsung pada 14–18 September lalu di Novotel Bali Ubud Resort, Bali.
Mengusung tema Intelligence, Integration, and Innovation in Soil Science, konferensi internasional Pedometrics 2026 kali ini diikuti sekitar 120 peserta dari 19 negara, di antaranya Australia, Tiongkok, Indonesia, Belanda, Rusia, hingga Afrika Selatan. Penyelenggaraan tahun ini menjadi capaian penting bagi UGM karena untuk pertama kalinya konferensi Pedometrics digelar di kawasan Asia Tenggara, melalui kolaborasi dengan University of Sydney.
Ketua Pedometrics Commission dari International Union of Soil Sciences (IUSS), Alexandre Wadoux, menyampaikan bahwa Pedometrics 2026 berlangsung pada momentum yang strategis, seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.
Ia berharap konferensi ini menjadi ruang diskusi metode, dataset, dan aplikasi baru dalam ilmu tanah, sekaligus membuka peluang bagi gagasan-gagasan baru dalam perkembangan disiplin Pedometrics ke depan.
“Dengan soil intelligence sebagai inti dari pertemuan ini, saya berharap kita tidak hanya berfokus pada pengembangan yang bersifat bertahap, tetapi juga memberikan ruang untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan baru. Bisa jadi, arah yang paling penting dan menarik bagi Pedometrics justru belum ada dalam program kita saat ini karena memang belum sepenuhnya terbentuk,” tuturnya.
Dekan Fakultas Geografi UGM sekaligus anggota tim PUAPT WG Food Security, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Pedometrics pertama di Asia Tenggara merupakan kesempatan strategis bagi UGM untuk berkontribusi dalam pengembangan komunitas Pedometrics sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dan antarnegara.
Ia juga menambahkan bahwa penyelenggaraan Pedometrics sejalan dengan komitmen UGM dalam memperkuat kapasitas riset nasional. “Kegiatan ini menjadi salah satu platform penting untuk mendiseminasikan hasil riset sekaligus menghubungkannya dengan komunitas riset nasional dan internasional yang lebih luas,” katanya.
Ia menyoroti adanya tantangan pengelolaan tanah akibat perubahan iklim dan perubahan penggunaan lahan yang ditandai perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, serta semakin seringnya kejadian ekstrem. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan keterhubungan antara ilmu tanah, geografi, teknologi geospasial, penginderaan jauh, dan pemodelan.
Hal ini sejalan dengan komitmen UGM melalui PUAPT dalam memperkuat kapasitas riset nasional, khususnya melalui Soil Security Working Group yang dikembangkan Fakultas Geografi dan Fakultas Pertanian dengan fokus pada pengelolaan lahan dan air, adaptasi perubahan iklim, pengembangan wilayah, serta penilaian karbon untuk mendukung kedaulatan pangan.
“Kami meyakini penelitian tanah saat ini perlu semakin cerdas, terintegrasi, dan inovatif untuk merespons skala serta kompleksitas perubahan lingkungan,” ujarnya.
Rangkaian konferensi pada 15–17 September diisi dengan keynote speech, presentasi oral, dan presentasi poster, memberi ruang bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian serta mendiskusikan perkembangan metode dan penerapan ilmu tanah kuantitatif.
Pada hari pertama, keynote speech disampaikan oleh Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc. dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. dari Universitas Udayana. Pada hari kedua, peserta memperoleh perspektif dari kalangan praktisi melalui keynote speech oleh Joseph Sudiro dari Pertamina Foundation.
Selain ketiga pembicara tersebut, konferensi ini juga menghadirkan enam keynote speaker dari berbagai negara, yaitu George Munnik van Zijl (North-West University), Lin Yang (Renmin University of China), Tom Vanwalleghem (University of Cordoba), Wartini Ng (University of Sydney), Jonas Schmidinger (Osnabrueck University), dan Colby Brungard (New Mexico State University).
Sebagai bagian akhir rangkaian kegiatan, peserta mengikuti Field Trip pada 18 September 2026, berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Peserta mengamati lanskap Gunung Batur pada pagi hari, mengunjungi Pura Besakih dan Pos Pengamatan Gunung Agung, serta mengeksplorasi kawasan Gunung Kawi dan Air Terjun Kanto Lampo untuk memperdalam pemahaman terhadap fenomena geologi dan lingkungan di Bali.
Penyelenggaraan Pedometrics 2026 menjadi capaian penting bagi UGM dalam memperluas jejaring keilmuan internasional. Ke depan, UGM berkomitmen mengembangkan jejaring tersebut menjadi kerja sama penelitian yang berkelanjutan bersama mitra dari berbagai negara. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya UGM untuk memperkuat perannya dalam ekosistem riset global dan membuka lebih banyak ruang bagi peneliti Indonesia untuk terhubung dengan komunitas akademik internasional,” ujar Wirastuti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!