POLISI PASTIKAN MAHASISWA YANG TEWAS JATUH DARI GEDUNG UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA MEDAN MURNI BUNUH DIRI TANPA ADA TANDA KEKERASAN
KAMPUSPERS (13/10/2026) MEDAN - Polisi tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh mahasiswa, inisial DR, yang ditemukan tewas di Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan.
"Benar, tak ada tanda kekerasan," kata Kanit Polsek Medan Baru Iptu Yusuf Dabutar melalui saluran telepon pada Kamis (8/10/2026). Dia menerangkan, sejauh ini pihaknya sudah mengecek CCTV.
DR datang ke Unpri sendirian, lalu naik ke lantai 22 dan meloncat hingga ditemukan tak bernyawa di lantai 10. Selain itu, petugas juga tak mendapati ada yang mendorong korban. Kini, jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sempat Dibawa ke RS Sebelumnya diberitakan, DR ditemukan tergeletak setelah jatuh dari gedung Unpri Medan pada Rabu (7/10/2026) malam. DR sempat ditemukan masih bernapas di lantai 10 gedung kampus. Pihak Unpri kemudian membawanya ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Humas Unpri Devi Marlin membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. "Memang benar ada yang jatuh di kampus Unpri pada Rabu 7 Oktober 2026, sekitar pukul 19.00 WIB," kata Devi, Kamis (8/10/2026).
Devi mengatakan, berdasarkan penelusuran pihak kampus, DR jatuh dari lantai 22 dan kemudian ditemukan di lantai 10. Saat ditemukan, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan sehingga pihak kampus segera memberikan pertolongan.
"Karena kami melihat ada yang tergeletak di lantai 10 dan juga melihat korban masih bernapas, serta denyut nadinya juga masih ada, maka kami berinisiatif membawanya ke rumah sakit terdekat," lanjutnya. DR kemudian dibawa ke RSU Royal Prima untuk mendapatkan pertolongan, termasuk bantuan pernapasan. Namun, kondisi korban tidak membaik dan dinyatakan meninggal dunia. "Korban tidak merespons dan dinyatakan meninggal dunia di RS," ujar Devi.
Peristiwa tersebut sempat membuat mahasiswa Unpri heboh. Tak Ada Kekerasan, Informasi yang beredar di media sosial bahkan menyebut korban merupakan mahasiswa baru. Namun, setelah dilakukan pengecekan, pihak kampus memastikan DR bukan mahasiswa Unpri.
"Dari data yang diperoleh, korban merupakan mahasiswa di Universitas Satya Terra Bhineka, Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal," jelas Devi.
Meski bukan mahasiswa Unpri, pihak kampus tetap berkoordinasi dengan keluarga korban karena DR jatuh di lingkungan kampus tersebut. Devi mengatakan, berdasarkan informasi dari keluarga, DR pernah datang ke Unpri saat gereja mengadakan acara di aula kampus. Selain itu, rumah korban disebut berada tidak jauh dari lokasi Unpri.
"Dari informasi pihak keluarga juga, bahwa korban pernah datang ke Unpri saat gereja mengadakan acara di aula kampus. Selain itu, jarak rumah korban dengan kampus Unpri memang cukup dekat," ucapnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!