PEMULIHAN FASILITAS PENDIDIKAN PASCABANJIR SUMATERA TERUS BERLANGSUNG DENGAN RIBUAN SEKOLAH TERDAMPAK
KAMPUSPERS (10/10/2026) PADANG PARIAMAN - Pemulihan fasilitas pendidikan pascabanjir Sumatera terus berlangsung dengan tingkat kerusakan dan penanganan yang berbeda-beda. Sejak diterjang banjir pada akhir November 2025, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat ada 4.922 sekolah terdampak baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.061 sekolah atau 41,87 persen mengalami rusak sedang, 1.356 sekolah atau 27,55 persen rusak ringan, dan 265 sekolah atau 5,38 persen rusak berat. Sementara itu, sebanyak 97 sekolah atau 1,97 persen membutuhkan relokasi karena lokasi sebelumnya terdampak tanah longsor, banjir, atau berada di kawasan rawan bencana.
Satgas PRR terus melakukan pemantauan dalam percepatan rekonstruksi sekolah yang secara rutin melalui perekaman kondisi di lapangan menggunakan pesawat nirawak (drone). Dari rekaman ini, kondisi dan perkembangan proses rekonstruksi di lapangan dapat terlihat secara faktual dan lebih jelas, termasuk progres pekerjaan pada setiap sekolah.
Data hasil pemantauan dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri dan disampaikan kepada Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian. Dengan perekaman yang dilakukan secara tematik dan berkala, Satgas PRR dapat memantau kondisi fisik sekaligus mengikuti perkembangan progres rekonstruksi di lapangan.
Di Aceh, rekonstruksi sejumlah sekolah dari video pantauan drone yang berdurasi sekitar 2 menit menunjukkan progres lebih dari 50 persen. SMPN 3 Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, mencatat progres fisik sekitar 51,66 persen dengan anggaran rekonstruksi Rp 1,5 miliar. Sekolah ini merupakan bagian dari 3.120 sekolah terdampak bencana di Aceh yang menjadi sasaran penanganan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Selain menggunakan anggaran reguler, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran belanja tambahan dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRRP) Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pemulihan sektor pendidikan. Untuk Aceh, kementerian tersebut mendapat alokasi Rp 3,32 triliun untuk 210 kegiatan, termasuk Rp 729,88 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana satuan pendidikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!