KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

PEMERINTAH SIAPKAN ANGGARAN RP 400 MILIAR UNTUK BANGUN SEKOLAH RAKYAT DI SAROLANGUN JAMBI

A
Admin Kampuspers 14 Oktober 2026, 11:22 WIB
3 min baca 1 views
PEMERINTAH SIAPKAN ANGGARAN RP 400 MILIAR UNTUK BANGUN SEKOLAH RAKYAT DI SAROLANGUN JAMBI
"Gubernur Jambi Al Haris meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, yang disiapkan dengan anggaran sekitar Rp 400 miliar berkapasitas hingga 2.550 siswa untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, di mana pembangunannya dijadwalkan dimulai pada Desember 2026 serta diupayakan agar kegiatan belajar mengajar dapat mulai berjalan lebih awal pada awal tahun 2027"

KAMPUSPERS (14/10/2026) SAROLANGUN - Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Sekolah yang direncanakan mulai dibangun pada Desember 2026 itu memiliki kapasitas hingga 2.550 siswa disana.

"Jadi pembangunan ini ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu dalam mengakses pendidikan ya," kata Gubernur Jambi Al Haris, Selasa (13/10/2026).

Al Haris bahkan juga meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun itu. Peninjauan dilakukan untuk memastikan Sekolah Rakyat dapat dibangun tepat waktu dan bisa berdampak baik buat masyarakat.

"Kita meminta seluruh pihak mengawal proyek agar berjalan sesuai rencana sehingga anak-anak yang membutuhkan bisa segera memperoleh akses pendidikan," ujar nya.

Menurut Al Haris, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga memberikan perlindungan dan pengasuhan bagi anak-anak dari keluarga rentan.

"Kita coba nanti, kalau bisa di awal 2027 itu kita sudah mulai menerima murid. Kita akan carikan tempat sementara agar anak-anak itu bisa bersekolah. Jadi, anak masuk dulu ke situ karena pesertanya sudah mulai ada," terang Al Haris.

Dia menjelaskan, proses rekrutmen calon siswa dan seleksi tenaga pendidik telah berjalan. Karena itu, pemerintah berupaya menyiapkan langkah agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sembari menunggu pembangunan gedung permanen selesai.

Al Haris mencontohkan pelaksanaan Sekolah Rakyat di wilayah lain di Provinsi Jambi yang disebutnya telah memulai kegiatan pembelajaran. Dia berharap persiapan di Sarolangun juga berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan.

"Sudah mulai sekolah, sudah mulai tes guru untuk gurunya. Jadi nanti begitu sudah selesai tinggal masuk dia. Di Kota Jambi, di kawasan Tanjung Jabung Timur, itu mereka sudah siap. Sudah mulai belajar dan kemarin waktu peresmian mereka sudah bisa pidato bahasa Inggris," ujarnya.

Al Haris menegaskan, proses penerimaan siswa harus dilakukan secara cermat agar program tersebut benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan bantuan. Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi hal penting agar fasilitas pendidikan yang disiapkan pemerintah dapat memberikan manfaat maksimal.

"Nanti saya akan ngomong dengan teman-teman dari kementerian juga, biar bisa dipercepat," tegasnya.

Selain mempercepat pembangunan, Al Haris meminta Pemerintah Kabupaten Sarolangun ikut mengawasi pelaksanaan proyek. Pengawasan diperlukan untuk mengantisipasi kendala di lapangan, termasuk akses kendaraan proyek yang membawa material dan perlengkapan pembangunan.

Dia menyoroti kondisi jalan menuju lokasi yang dinilai relatif sempit. Karena itu, pemerintah daerah diminta membantu mengatur aktivitas proyek agar tidak mengganggu masyarakat sekitar dan pekerjaan konstruksi dapat berlangsung lancar.

"Tugas kita mengawal, mengawasi proyek ini. Karena jalannya sempit ke sini, mungkin nanti aktivitas proyek agak terkendala. Ini dibantu oleh pemerintah daerah. Kalau warga komplain, misalnya lalu lintas masuk mobil bawa barang dan banyak perlengkapan mereka, tolong dipantau juga, diawasi mereka biar nyaman kerja," kata dia.

Al Haris menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan di Sarolangun dan Bungo, sedangkan Merangin dan Tebo direncanakan masuk tahap berikutnya.

Jadwal pelaksanaan tahap selanjutnya akan menyesuaikan kesiapan anggaran. Pemerintah berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jambi.

"Untuk tahap berikutnya Merangin dengan Tebo, untuk tahap pertama itu Sarolangun dengan Bungo, dua ini dulu. Berarti nanti mereka di akhir 2027. Mudah-mudahan sambil melihat anggarannya, karena bisa jadi kalau ada kelebihan bisa nambah lagi," tutup Al Haris.

"Sekolah Rakyat Dibangun di Sarolangun, Tampung 2.550 Siswa Tak Mampu"

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!