KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

Mahasiswa UGM Ciptakan Polpay, Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Sidik Jari Tanpa Kartu dan HP

A
Admin Kampuspers 15 Agustus 2026, 13:33 WIB
3 min baca 2 views
Mahasiswa UGM Ciptakan Polpay, Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Sidik Jari Tanpa Kartu dan HP
"Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira merancang Polpay, sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang terintegrasi dengan perangkat EDC tanpa perlu kartu maupun ponsel. Dengan memanfaatkan teknologi edge computing, enkripsi AES-256, dan privacy-preserved architecture, Polpay menawarkan solusi transaksi yang cepat, aman, efisien, serta ekonomis yang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dicanangkan Bank Indonesia. Setelah berhasil memperoleh pendanaan PKM bidang Karsa Cipta, tim Polpay kini memfokuskan pengembangan sistem dan penyempurnaan keamanan data guna bersiap tampil pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Diponegoro pada November mendatang"

KAMPUSPERS (15/08/2026) SLEMAN - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mengembangkan karya inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang memungkinkan konsumen melakukan transaksi tanpa menggunakan kartu maupun telepon genggam, melainkan dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan efisiensi.

Karya inovasi yang dinamakan Polpay ini, mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC) yang memungkinkan pengguna melakukan autentikasi biometrik secara langsung saat bertransaksi. Data biometrik selanjutnya diproses menggunakan teknologi edge computing, kemudian dienkripsi dengan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) sebelum dikirimkan ke server melalui protokol SSL/TLS untuk pemrosesan lebih lanjut.

Ketua tim Polpay, Tiara Ramadhani, menjelaskan bahwa Polpay dikembangkan sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi biometrik lainnya yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Selain menawarkan transaksi yang cepat dan aman, Polpay dirancang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang dicanangkan Bank Indonesia untuk mewujudkan ekosistem pembayaran digital yang modern, inklusif, dan terpercaya.

“Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler,” ujar Tiara Ramadhani selaku ketua tim PKM, Sabtu (15/8).

Tiara bercerita dalam proses pengembangannya, Tim Polpay menghadapi berbagai tantangan dalam merancang dan menyempurnakan inovasi tersebut. Tim yang terdiri atas Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira tersebut terus melakukan pengembangan untuk menghasilkan sistem pembayaran biometrik yang aman, praktis, dan terjangkau.

Bagi Farabi, tantangan utama yang mereka temukan pada saat pengembangan ide Polpay ini adalah proses untuk memastikan jika seluruh sistem yang digunakan oleh Polpay memiliki tingkat keamanan yang tinggi. “Tantangan utama dalam pembuatan Polpay adalah memastikan seluruh sistem yang ada memiliki tingkat keamanan yang tinggi,” katanya.

Ide pengembangan inovasi ini berangkat dari persoalan bahwa Indonesia belum menerapkan pembayaran via sidik jari. Meskipun telah melalui berbagai proses, masih terdapat beberapa celah di dalam perlindungan data yang harus dikembangkan, lanjut Farabi.

Berbicara mengenai pengembangan sistem, Marcelino mengatakan bahwa Tim Polpay terus menemukan berbagai hal yang dapat disempurnakan selama proses perancangan. Menurutnya, penerapan privacy-preserved architecture dan edge computing architecture menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan serta privasi pengguna. “Pengembangan sistem ini membutuhkan riset yang mendalam dan waktu yang cukup panjang. Setiap hari, kami masih menemukan berbagai celah yang dapat diinovasikan, baik melalui pembaruan cara kerja software maupun penggunaan komponen yang lebih optimal,” ujar Marcelino

Selain aspek keamanan, Polpay juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan proses pembayaran yang cepat. Untuk itu, sistem ini memanfaatkan teknologi edge computing guna mengurangi beban enkripsi pada server pusat sehingga proses transaksi dapat berlangsung lebih cepat.

Fakhri, anggota tim PKM, menjelaskan penerapan teknologi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim, terutama dalam menekan biaya agar Polpay tetap menjadi sistem pembayaran biometrik yang terjangkau. “Kami harus memutar otak untuk mencari solusi agar teknologi edge computing yang kami gunakan tetap dapat diterapkan dengan biaya yang terjangkau,” ujar Fakhri.

Sementara itu, Rakhma mengatakan pengembangan Polpay saat ini telah membawa tim tersebut berhasil memperoleh pendanaan dalam PKM bidang Karsa Cipta. Ke depan, Tim Polpay akan mempersiapkan perjalanan mereka ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan diselenggarakan di Universitas Diponegoro pada November mendatang.

Sejauh ini, Polpay telah berhasil lolos pendanaan PKM bidang Karsa Cipta dan tengah mempersiapkan diri menuju PIMNAS yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro pada November mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!