KEMENAG TERAPKAN SKEMA PENYEDERHANAAN DAN PEMAMPATAN TAHAPAN UNTUK PERCEPAT PEMILIHAN REKTOR UINSA SURABAYA
KAMPUSPERS (29/09/2026) SURABAYA - Kementerian Agama (Kemenag) RI menyebut ada skema penyederhanaan dalam pemilihan rektor baru UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses pemilihan dan pengangkatan rektor definitif.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Ketenagaan pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim menjelaskan, beberapa penyederhanaan itu meliputi dokumen pendukung seperti SKCK atau surat keterangan kesehatan yang apabila masa berlakunya masih aktif, maka tidak perlu membuat yang baru, sehingga proses verifikasi bisa berjalan jauh lebih cepat dan efisien.
“Terhadap berkas pendaftar calon rektor sebelumnya, kita dapat melakukan evaluasi dan pembaruan resume serta visi-misi,” kata Aziz dari keterangan resmi, Minggu (27/9/2026).
Sementara itu, Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Ali Mudlofir menyampaikan bahwa menjalankan proses sesuai regulasi dan statuta adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri spekulasi di lingkungan kampus.
“Guna merespons kebutuhan efisiensi waktu, rapat menyepakati opsi pemampatan durasi teknis pelaksanaan tahapan,” kata Ali. Mekanisme mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, penilaian kualitatif oleh Senat, hingga penyerahan rekomendasi ke Kementerian Agama di Jakarta akan dioptimalkan dalam kurun waktu yang lebih singkat tanpa mengurangi ketelitian administrasi.
Senat Universitas, Sekretaris Senat (Demisioner), Ali Arifin menjelaskan bahwa usulan percepatan pemilihan calon rektor telah diajukan secara resmi. Pihaknya mendorong agar mekanisme pemeringkatan atau rekapitulasi calon dilakukan secara terbuka untuk menghindari rumor yang tidak perlu.
“Begitu juga yang disampaikan perwakilan dekan yang menekankan pentingnya kepastian struktur Senat yang sah demi menjamin legalitas seluruh tahapan,” ujar Ali. Ia menekankan keberlangsungan kegiatan perkuliahan dan pelayanan publik menjadi perhatian utama para pimpinan fakultas.
“Kami berharap agar proses administrasi tersebut, tidak mengganggu aktivitas akademik mahasiswa, khususnya praktikum dan penelitian skripsi,” tuturnya.
Menurutnya, sangat penting dalam melakukan sosialisasi masif dan komunikasi terbuka kepada seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa, agar tidak terjadi miskomunikasi.
“Sebagai bentuk komitmen bersama, para Guru Besar dan pimpinan UINSA mengimbau seluruh pihak untuk menjaga iklim kampus tetap sejuk dan kondusif,” ucapnya.
Penyegelan kampus yang berlangsung selama beberapa minggu juga akan diakhiri, sehingga perkuliahan kembali berjalan normal penuh mulai Senin (28/9/2026).
“Proses perkuliahan kami pastikan tetap berjalan, seiring dengan tersosialisasikannya langkah-langkah penyelesaian Pilrek yang transparan dan akuntabel,” pungkasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!