GEN Z BERPRESTASI LAGI, Harumkan Nama Kampus, Mahasiswa UBSI Sabet Emas Pekan Inovasi Nasional 2026 Lewat SIPILAH
KAMPUSPERSJAKARTA – (07/08/2026) Prestasi membanggakan kembali diukir oleh anak-anak muda kreatif tanah air. Tim mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menyabet medali emas di ajang Pekan Inovasi Nasional 2026 yang digelar di Jakarta Barat, Rabu (29/7). Inovasi tempat sampah pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) bernama SIPILAH jadi kunci utama kemenangan mereka. Kompetisi bertajuk "Akselerasi Inovasi Kolaboratif untuk Transformasi dan Daya Saing Global" ini dihelat oleh LPPM Universitas Mercu Buana pada 28-29 Juli 2026. Menariknya, penilaian kategori Inovasi Lingkungan diuji langsung oleh juri kelas dunia dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA). Tim UBSI berhasil mencuri perhatian juri lewat aksi demonstrasi pemilahan sampah otomatis secara live di arena pameran.
Hadir sebagai solusi atas minimnya kesadaran memilah sampah rumah tangga, SIPILAH (Sistem Pilah Sampah Cerdas) dibekali teknologi canggih. Menggunakan kamera ESP32-CAM berbasis Edge-AI yang bisa beroperasi offline, alat ini bakal langsung mengenali jenis sampah mulai dari organik, anorganik daur ulang, hingga residu dan mengarahkannya ke wadah yang pas secara otomatis. Tak cuma itu, ada juga sensor ultrasonik yang memantau kapasitas sampah secara real time dan mengirim datanya ke dashboard IoT. Kerennya lagi, SIPILAH dirancang ramah kantong, gampang dirakit, dan sejalan dengan misi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 dan 12.
Karya ciamik mahasiswa USBI merupakan hasil kolaborasi lintas jurusan yang digawangi oleh Gildas Hamilu Shihhah (Teknik Elektro) bersama Nahwa Basyarewan (Teknik Elektro), Adiweno Rashad Sahita (Informatika), dan Lina Fuji Lestari (Informatika). Di balik layar, ada sentuhan dingin dari Ketua Prodi Teknik Elektro UBSI, Rian Septian Anwar, M.Kom., yang bertindak sebagai dosen pendamping. Sang ketua tim, Gildas Hamilu Shihhah, mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian manis ini. Baginya, proses panjang dari melatih model AI hingga merakit alat fisik jadi pengalaman berharga untuk menjawab masalah riil di tengah masyarakat.
"Kami sangat bangga dan bersyukur. Proses ini mengajarkan kami bekerja sama menyelesaikan masalah nyata, mulai dari melatih model AI sampai merakit alat. Harapannya, SIPILAH bisa benar-benar berguna dan dipakai masyarakat luas agar pengelolaan sampah kita jadi jauh lebih baik," ungkap Gildas dengan optimistis, Rabu (5/8). Menurut Rian selaku Dosen Pembimbing, keberhasilan karya ini berakar pada kuatnya sinergi antar-jurusan."Raihan emas ini jadi bukti sahih bahwa kolaborasi lintas prodi mampu menciptakan karya yang solutif. SIPILAH tidak hanya unggul secara teknis, tapi juga menjawab keresahan masyarakat terkait isu lingkungan," ungkap Rian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!