KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

CETAK SEJARAH, TIFFNEY TYARA SETYOKO DARI UPH RA IH JUARA 1 PILMAPRES NASIONAL 2026

A
Admin Kampuspers 14 Agustus 2026, 14:20 WIB
5 min baca 1 views
CETAK SEJARAH, TIFFNEY TYARA SETYOKO DARI UPH RA IH JUARA 1 PILMAPRES NASIONAL 2026
"Mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2023, Tiffney Tyara Setyoko, berhasil mencatatkan sejarah sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi swasta pertama yang meraih Juara 1 Program Sarjana Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026 sejak ajang Kemdiktisaintek ini digelar pada 2014. Mewakili LLDIKTI Wilayah III, Tiffney memenangkan kompetisi yang berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada 4–7 Agustus 2026 setelah melalui seleksi ketat dari ratusan peserta hingga 19 finalis nasional lewat pengujian akademik, gagasan kreatif, presentasi, dan Bahasa Inggris. Keberhasilannya didukung oleh inovasi bertajuk "Smart Febrile Patch"—sebuah wearable sensor non-invasif berbasis keringat untuk skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis demam serta rekam jejak prestasinya yang gemilang di bidang riset, publikasi jurnal internasional Scopus Q1, dan berbagai kompetisi kedokteran nasional maupun internasional."

KAMPUSPERS (14/08/26) Mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2023, Tiffney Tyara Setyoko, meraih Juara 1 Program Sarjana Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026.

Capaian tersebut sekaligus mencatatkan sejarah bagi UPH. Tiffney menjadi mahasiswa dari perguruan tinggi swasta pertama yang meraih posisi pertama Pilmapres Nasional sejak ajang tersebut digelar pada 2014.

Sebagai informasi, Pilmapres merupakan kompetisi tahunan nasional di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Ajang ini menjaring mahasiswa dengan capaian di bidang akademik, kepemimpinan, dan inovasi.

Mewakili UPH sekaligus Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Tiffney mengikuti tahap akhir yang berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pada Selasa (4/8/2026) hingga Jumat (7/8/2026).

Pada babak tersebut, para finalis menjalani rangkaian presentasi dan wawancara sebelum pemenang ditentukan. Perjalanan Tiffney menuju tingkat nasional sebelumnya dimulai dari seleksi LLDIKTI Wilayah III. Ia meraih Juara 1 setelah bersaing dengan 15 mahasiswa berprestasi lainnya.

Secara nasional, seleksi berlangsung serentak di 17 LLDIKTI dan diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebanyak 60 mahasiswa kemudian terpilih untuk melaju ke tingkat nasional. Setelah babak penyisihan, jumlah peserta kembali mengerucut menjadi 19 finalis dari seluruh Indonesia. Pada tahap akhir, Tiffney menempati posisi pertama dan dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat Nasional 2026.

Finalis lainnya berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Udayana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sriwijaya. “Puji Tuhan, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini.

Saya percaya semua yang saya raih merupakan anugerah Tuhan dan tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, terutama UPH yang terus mendampingi saya selama persiapan hingga tahap nasional,” ujar Tiffney seperti dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (9/8/2026).

Menurut dia, kesempatan membawa nama UPH sekaligus menjadi mahasiswa pertama dari perguruan tinggi swasta yang meraih Juara 1 Pilmapres Nasional merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab.

“Pengalaman ini juga mengajarkan saya untuk terus belajar, berproses, dan memberikan yang terbaik dari setiap kesempatan yang Tuhan percayakan. Saya berharap, pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UPH lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan membawa dampak positif melalui bidang yang mereka tekuni,” lanjutnya.

Persaingan pada tingkat nasional tidak hanya menilai capaian akademik peserta. Para finalis juga diuji berdasarkan capaian unggulan dan gagasan kreatif melalui presentasi, wawancara, wawasan umum, kemampuan komunikasi, hingga kemampuan berbahasa Inggris di hadapan dewan juri yang terdiri atas profesor, praktisi, dan akademisi.

Menurut Tiffney, persiapan menghadapi tahap nasional berlangsung cukup panjang dan intensif. “Persiapannya cukup panjang dan intensif. Saya banyak berlatih untuk mematangkan gagasan, menyusun presentasi, mengantisipasi berbagai pertanyaan juri, serta memperdalam materi untuk sesi wawancara dan Bahasa Inggris,” tuturnya.

Ia juga berlatih menyampaikan gagasan secara lebih terstruktur dan menghubungkannya dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Pengalamannya menjadi Juara Terbaik 1 Pilmapres Tingkat Wilayah LLDIKTI III 2026 turut menjadi bekal menuju kompetisi nasional. Persiapan kemudian diperkuat melalui pendampingan dosen Fakultas Kedokteran UPH. Pendampingan difokuskan pada substansi gagasan, strategi presentasi, serta kemampuan mempertahankan argumentasi di hadapan juri.

Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH Andry M Panjaitan mengatakan, pencapaian Tiffney menjadi tonggak penting bagi UPH sekaligus perguruan tinggi swasta di Indonesia.

“Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi UPH sekaligus tonggak penting bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia, serta membuktikan bahwa dengan talenta, kerja keras, pembinaan, dan dukungan yang tepat, mahasiswa perguruan tinggi swasta mampu meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional,” ujar Andry.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen, orangtua, dan berbagai pihak yang mendampingi Tiffney selama mengikuti kompetisi. Andry berharap, pencapaian tersebut dapat mendorong mahasiswa lain untuk mengembangkan potensi dan membawa karya mereka ke tingkat nasional maupun internasional.

Dalam Pilmapres 2026, Tiffney mengusung gagasan “Smart Febrile Patch”, sebuah wearable sensor non-invasif berbasis keringat. Perangkat ini dirancang untuk membantu skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis demam. Ide tersebut berangkat dari persoalan bahwa demam kerap menjadi gejala awal penyakit infeksi. Namun, masyarakat belum memiliki parameter obyektif yang mudah digunakan untuk memperkirakan tingkat keparahan kondisi tersebut.

“Demam sering menjadi gejala awal infeksi, tetapi masyarakat belum memiliki parameter obyektif untuk menentukan apakah kondisinya masih aman atau sudah memasuki fase kritis. Oleh karena itu, mengembangkan patch yang mengukur biomarker fisiologis sebagai indikator untuk membantu melihat respons inflamasi dan kondisi fisiologis tubuh,” jelas Tiffney.

Gagasan tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi di Kabupaten Tangerang. Pada Juni 2025, sebanyak 56 persen kasus penyakit infeksi di wilayah tersebut tercatat berstatus suspek. Melalui Smart Febrile Patch, Tiffney berharap, masyarakat dapat memperoleh informasi awal yang lebih obyektif mengenai kondisi tubuh. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu seseorang menentukan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis. Inovasi itu juga diarahkan untuk membantu mengurangi risiko keterlambatan penanganan dan penggunaan antibiotik secara tidak rasional.

Juara 1 Pilmapres Nasional 2026 menambah daftar capaian Tiffney selama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran UPH. Ia sebelumnya meraih “Most Outstanding Student FK UPH – Academic Category” serta “Juara 1 AORTA Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin 2026”. Dalam kompetisi tersebut, Tiffney juga mendapat predikat “Most Valuable Player”.

Selain itu, ia juga mencatat sejumlah prestasi dalam kompetisi kedokteran dan sains tingkat nasional. Aktivitas Tiffney juga mencakup bidang riset dan publikasi ilmiah. Ia terlibat dalam publikasi artikel pada jurnal Scopus Q1 di bidang hipertensi dan kanker kolorektal. Pada 2025, ia menjadi oral presenter dalam Asia Pacific Association of Allergy, Asthma and Clinical Immunology (APAAACAI).

Tiffney juga terpilih sebagai penerima Research Exchange – Standing Committee on Research Exchange (SCORE) International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA) 2025. Program tersebut membawanya mengikuti pertukaran riset di National Defense Medical Center (NDMC), Taiwan. Di luar bidang akademik, Tiffney aktif dalam Asian Medical Students’ Association (AMSA) UPH serta Science, Education, Clinical Research, Evidence-Based Medicine, and Technology (SECRET) UPH.

Ia juga tercatat sebagai anggota American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), American Academy of Neurology (AAN), dan American Society of Clinical Oncology (ASCO). UPH menilai pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menjalankan pendidikan holistis dan pembinaan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut diarahkan agar mahasiswa dapat mengembangkan potensi, berkarya dengan integritas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!