IPK TINGGI TAK LAGI CUKUP, UMY INGATKAN PENTINGNYA SKILL DITEGAH MENGGUNUNGNYA PENGANGGURAN TERDIDIK
Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Profesor Zuly Qodir, mengingatkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi tidak lagi menjadi pembeda utama di dunia kerja akibat maraknya lulusan ber-IPK mendekati sempurna di tengah lonjakan pengangguran terdidik Indonesia yang menembus 1,03 juta orang per Mei 2026. Menanggapi persoalan skill mismatch ini melalui gelaran UMY Career Fair 2026 pada 28–29 Agustus 2026, ia menegaskan pentingnya perguruan tinggi membekali mahasiswa dengan kompetensi individual, talenta, etika, dan kemampuan beradaptasi di luar pencapaian akademik. Oleh karena itu, penanganan pengangguran terdidik membutuhkan sinergi lintas sektor dengan perguruan tinggi memperkuat karakter dan keterampilan, industri memperluas penyerapan tenaga kerja di luar sektor ASN, serta pemerintah aktif menciptakan iklim ekonomi yang mempertemukan kualifikasi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha.