KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

UGM TERJUNKAN 15 MAHASISWA KKN TEMATIK PEDULI BENCANA KE NTT UNTUK MISI KEMANUSIAAN DAN PELAYANAN KESEHATAN

A
Admin Kampuspers 22 September 2026, 13:09 WIB
3 min baca 11 views
UGM TERJUNKAN 15 MAHASISWA KKN TEMATIK PEDULI BENCANA KE NTT UNTUK MISI KEMANUSIAAN DAN PELAYANAN KESEHATAN
"Universitas Gadjah Mada (UGM) menerjunkan 15 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) dalam program KKN Tematik Khusus Peduli Bencana ke Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 30 hari, mulai 23 September hingga 23 Oktober 2026. Wakil Rektor UGM, Dr. Arie Sujito, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan misi kemanusiaan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung, dengan tetap memprioritaskan keselamatan serta bekerja sesuai batas kompetensi medis. Didukung oleh pemerintah daerah dan jaringan alumni setempat, para mahasiswa diarahkan untuk membantu pelayanan di dua Puskesmas dan posko kesehatan, sekaligus memberikan dukungan kesehatan mental serta psikologis guna membantu memulihkan masyarakat terdampak bencana."

KAMPUSPERS (22/09/2026) SLEMAN - Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Khusus Peduli Bencana ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 15 mahasiswa dari bidang kesehatan diterjunkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah situasi kebencanaan. Kegiatan KKN tersebut akan berlangsung selama sekitar 30 hari, mulai dari 23 September hingga 23 Oktober 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, menyampaikan bahwa KKN Peduli Bencana tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga merupakan misi kemanusiaan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membuktikan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterapkan untuk membantu masyarakat. “Bukan saja sebagai mahasiswa yang menjalankan tugas kuliah kerja, yang pertama dan sekali itu pada misi kemanusiaan. Kita punya misi mulia untuk kemanusiaan,” tuturnya di Gedung Pusat, Senin (21/9).

Arie juga mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas selama menjalankan pengabdian dengan senantiasa menjaga kondisi fisik dan mental, serta tidak memaksakan diri ketika menghadapi situasi yang melelahkan.

Dalam menjalankan tugas, mahasiswa juga diminta bekerja sesuai kompetensi dan jenjang pendidikan masing-masing serta tetap menghormati tenaga kesehatan dan pihak-pihak yang telah bekerja di lapangan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh mengambil alih tindakan di luar batas kompetensi.

“Saya pesan juga bekerja sebagai bagian dari tim dan hormat tenaga kesehatan maupun pihak yang selama ini sudah dilakukan dan bekerja tetap sesuai dengan kompetensi tahap pendidikan dan pengetahuan serta jangan sekali lagi mengambil alih tindakan di luar batas,” tegasnya.

Sekretaris DPkM UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum, menjelaskan bahwa KKN Peduli Bencana melibatkan 15 mahasiswa Kedokteran dari FK-KMK UGM. Nantinya, selama 30 hari mulai 23 September hingga 23 Oktober 2026, para mahasiswa akan mengabdi di Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan fokus untuk membantu pelayanan kesehatan di dua Puskesmas dan posko kesehatan setempat.

“Program tersebut juga menjadi bagian dari KKN Tematik Khusus karena membutuhkan keterampilan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi kebencanaan dan fokus kesehatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, ia menyebut bahwa KKN Peduli Bencana mendapat dukungan mulai dari FK-KMK UGM, pemerintah daerah setempat, serta ditopang oleh jaringan alumni UGM yang berada di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam KKN Peduli Bencana tidak dimaksudkan untuk mengambil alih tugas pemerintah daerah. “Adanya kehadiran mahasiswa diarahkan sebagai bentuk bantuan sekaligus ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki,” tuturnya.

Gabriella Audrey Widiarso, perwakilan mahasiswa KKN Peduli Bencana NTT, menegaskan keinginannya untuk membantu karena panggilan kemanusiaan untuk membantu saudara sesama bangsa Indonesia yang sedang membutuhkan bantuan. Kesempatan ini menurutnya sekaligus menjadi sarana untuk belajar menangani kasus medis dalam kondisi darurat bencana yang membutuhkan pendekatan berbeda dibanding pelayanan medis biasa.

Selain itu, ia bertekad untuk meringankan beban warga terdampak tidak hanya dari aspek pelayanan kesehatan fisik, tetapi juga dukungan mental dan psikologis dengan menghibur warga.

“Saya berharap, semoga kehadiran kami mahasiswa dapat memberikan dampak nyata dan membantu meringankan beban masyarakat NTT sesuai dengan kapasitas kami sebagai mahasiswa. Tidak hanya membantu secara kesehatan fisik, tetapi support secara mental dengan membantu menghibur agar bersama-sama kita bisa bangkitkan NTT lagi,” pungkasnya.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!