KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

TIM "BRAINBITS" SMPK 4 PENABUR JAKARTA CETAK SEJARAH JUARA KOMPETISI MIT ZERO ROBOTICS 2026

A
Admin Kampuspers 1 September 2026, 12:51 WIB
3 min baca 2 views
TIM "BRAINBITS" SMPK 4 PENABUR JAKARTA CETAK SEJARAH JUARA KOMPETISI MIT ZERO ROBOTICS 2026
"Tim "BrainBits" dari SMPK 4 Penabur Jakarta berhasil mencetak sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang menjuarai kompetisi pemrograman internasional MIT Zero Robotics 2026 setelah sukses mendobrak dominasi sekolah-sekolah Amerika Serikat. Beranggotakan delapan siswa yang tergabung dalam aliansi bersama dua tim asal AS, tim ini mengandalkan kemampuan koding, fisika, dan strategi adaptif untuk mengendalikan satelit mini secara otonom di simulasi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Prestasi gemilang ini tidak hanya membuktikan daya saing pelajar Indonesia di kancah sains dan teknologi global, tetapi juga buah dari persiapan intensif serta dukungan penuh pihak sekolah."

KAMPUSPERS (01/09/2026) JAKARTA - Tim "BrainBits" dari SMPK 4 Penabur Jakarta mencetak prestasi internasional dengan menjadi tim Indonesia pertama yang meraih juara dalam kompetisi MIT Zero Robotics 2026.

Tim tersebut beranggotakan delapan siswa, yakni Valerie Faith Fonda, Andre Kevin Sebastian, Nathanael Skylar Rahatma, Christabel Tasya Ulima Hutagaol, Giovinco Wilson Xie, John Constantine Wekoila, Marvelin John, dan Shane Gabriel Antoni.

MIT Zero Robotics merupakan kompetisi pemrograman yang diselenggarakan Massachusetts Institute of Technology (MIT) bersama National Aeronautics and Space Administration (NASA) sejak 2009.

Kompetisi tahun ini digelar secara live stream pada 7 Agustus 2026 dan diikuti lebih dari 50 tim dengan total sekitar 600 pelajar jenjang SMP. Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang merancang algoritma untuk mengendalikan satelit mini secara otonom melalui simulasi di lingkungan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Peserta perlu menerapkan kemampuan pemrograman, fisika, matematika, dan strategi. Kepala SMPK 4 Penabur Debbie Paskawaty mengatakan, MIT Zero Robotics pada dasarnya diperuntukkan bagi pelajar SMP dari sekolah-sekolah di Amerika Serikat (AS).

"Kompetisi MIT Zero Robotics sebenarnya dirancang sebagai pertandingan lokal yang secara eksklusif ditujukan bagi sekolah-sekolah menengah pertama di Amerika Serikat. Namun, SMPK 4 Penabur berhasil mendobrak aturan tersebut melalui proses negosiasi yang berbekal rekam jejak luar biasa," ujar Debbie.

Sebelumnya, siswa SMPK 4 Penabur yang mengikuti proyek Zero Robotics untuk tingkat SMA berhasil menempati peringkat kedelapan secara global dan meraih penghargaan Best Video.

Anggota BrainBits dipilih melalui proses observasi dari ekstrakurikuler Programming tingkat lanjut yang difasilitasi sekolah. Ekstrakurikuler tersebut menjadi wadah bagi siswa yang memiliki minat pada coding dan logika komputasi.

Selama sekitar satu bulan, tim mempersiapkan diri dengan mempelajari logika dan pemrograman, termasuk penggunaan blok pemrograman dan bahasa C/C++, serta menyusun strategi pergerakan satelit. Valerie bertugas sebagai ketua yang mengatur pembagian tugas dan komunikasi tim. Sementara itu, Andre, Nathanael, Christabel, Giovinco, John, Marvelin, dan Shane menyusun strategi serta kode program.

“Kami juga rajin bertukar pikiran bersama guru-guru termasuk Sir Rico yang adalah alumni, beliau memberikan contoh-contoh strategi yang bisa digunakan dan membantu kami ketika kode kami bermasalah.” ujar Andre. Kesulitan utama yang dihadapi tim adalah memahami fungsi kode baru yang kompleks dan memastikan kode berjalan sesuai strategi.

Mereka mengatasinya dengan berlatih secara berulang melalui simulator dan memperbaiki kode yang masih bermasalah.

Dalam kompetisi, BrainBits bergabung dalam Alliance 19 atau The Super Galactic Alliance bersama dua tim asal AS, yakni The Black Holes dan Astro Coders.

Kerja sama dan komunikasi antar tim menjadi bagian penting dalam pertandingan. Mereka harus menyusun kode untuk mengendalikan satelit simulasi agar dapat mengambil objek, menghemat energi, dan mengambil foto satelit lawan pada waktu yang tepat.

Andre mengatakan, pengalaman tersebut menjadi tantangan karena strategi lawan tidak selalu sesuai perkiraan sehingga tim harus mampu beradaptasi. "Kompetisinya seru sekaligus menantang.

Kami harus membuat kode program untuk mengendalikan satelit simulasi dan menghadapi situasi ketika strategi lawan tidak sesuai dengan perkiraan," ujar Andre. Prestasi tersebut disambut gembira oleh anggota BrainBits.

Marvelin mengatakan, berbagai latihan dan percobaan yang dilakukan selama persiapan menjadi pengalaman berharga bagi tim. "Semua latihan, percobaan kode, dan waktu yang kami korbankan pada akhirnya tidak terbuang sia-sia," ucap Marvelin.

Debbie menilai keberhasilan BrainBits menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan minat di bidang sains dan teknologi serta bersaing di tingkat internasional.

"Keberhasilan tim BrainBits dalam kompetisi ini sekaligus membuktikan kecerdasan para siswa di bidang yang mereka minati dan kuasai," kata Debbie.

Prestasi tersebut juga mencerminkan profil BEST BPK Penabur Jakarta yang menekankan karakter tangguh, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepedulian sosial, serta nilai spiritual.

SMPK 4 Penabur Jakarta memiliki program nasional dan bilingual serta berlokasi di Jalan Raya Kelapa Hybrida Blok QF10, RT 12/RW 11, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, 14250.

Bagikan:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!