KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

Tema Besar Sambut Pionir UGM 2026 : Mengukir Jati Diri Gadjah Mada Muda, Berdikari Membangun Bangsa

A
Admin Kampuspers 5 Agustus 2026, 09:33 WIB
5 min baca 9 views
Tema Besar Sambut Pionir UGM 2026 : Mengukir Jati Diri Gadjah Mada Muda, Berdikari Membangun Bangsa
"Penyambutan 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun akademik 2026/2027 resmi dibuka pada Senin, 3 Agustus 2026 di Lapangan Pancasila melalui kegiatan Pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada bertema "Mengukir Jati Diri, Gadjah Mada Muda Berdikari Membangun Bangsa". Dalam acara penyerahan simbolis mahasiswa baru oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia kepada Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Sri Paduka menekankan pentingnya pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta pembauran dengan kebudayaan dan masyarakat Yogyakarta. Sementara itu, Rektor UGM mengingatkan bahwa keberhasilan diterima di UGM merupakan awal dari tanggung jawab akademik yang besar untuk membentuk pribadi mandiri, berdaya saing global, berinovasi, dan mampu beradaptasi. Kegiatan PIONIR Gadjah Mada ini dirancang sebagai wadah pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an dan kepemimpinan yang berlangsung dalam delapan rangkaian alur agenda, meliputi PIONIR Universitas, PIONIR Fakultas/Sekolah, PIONIR Soft Skills, Action Plan, hingga Upacara Penutupan pada 15 Agustus 2026."

KAMPUSPERS(05/08/2026) Penyambutan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi ditandai dengan penyerahan simbolis mahasiswa baru oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D kepada Wagub DIY KGPAA Paku Alam X dalam Pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026, Senin (03/08) di Lapangan Pancasila, GSP UGM, Sleman. Sri Paduka menyampaikan jikalau jejak pertama menapak di bumi Yogyakarta, kalian bukan sekadar lembar baru dalam civitas akademika UGM melainkan telah menjelma menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat, sebuah simfoni hidup yang merajut kaya nilai sosial dan luhurnya kebudayaan.

Dalam arahannya, Sri Paduka menekankan pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengeksplorasi potensi akademik sekaligus membentuk karakter, memperluas pandangan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. PIONIR diposisikan sebagai fase introduksi bagi mahasiswa guna mengenali lingkungan perguruan tinggi, membangun kolaborasi, dan memupuk kebanggaan institusional. Kebanggaan ini perlu diejawantahkan melalui ketekunan akademis, daya kritis, serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Menjawab cita-cita UGM sebagai kampus kerakyatan dan kebangsaan, keberadaan generasi muda yang berpemikiran rasional, progresif, dan berjiwa nasionalis menjadi krusial. "Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjelma menjadi kebermanfaatan bagi masyarakat," tandas Sri Paduka.

Selain mengembangkan kemampuan akademik, mahasiswa juga didorong membaur dengan kehidupan masyarakat Yogyakarta. Berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mengenal bahasa, tradisi, kesenian, hingga tata krama menjadi bagian dari proses belajar yang akan memperkaya wawasan sekaligus membentuk kepekaan sosial. "Berbaurlah dengan lingkungan sekitar. Belajarlah mengenal bahasa, tradisi, kesenian, tata krama, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kebudayaan mengajarkan bahwa kecerdasan perlu berjalan bersama kepekaan. Ajining diri ana ing lathi, martabat seseorang tercermin dari tutur kata, sikap, dan caranya menghormati sesama," amanat dari Sri Paduka.

Sementara itu, Ova Emilia, Rektor UGM menguraikan keberhasilan menjadi mahasiswa UGM merupakan buah dari perjuangan panjang yang ditempuh melalui kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan keluarga. Hal ini menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai insan akademik. "Diterima menjadi mahasiswa UGM adalah langkah awal untuk memasuki dunia yang menempa untuk menjadi pribadi yang memiliki kapasitas dan daya saing di tingkat nasional maupun global, yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berharga pribadi yang unggul," menurut Bu Rektor.

Mengusung tema "Mengukir Jati Diri, Gadjah Mada Muda Berdikari Membangun Bangsa", PIONIR menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal karakter UGM sekaligus menumbuhkan keberanian menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, memiliki rasa peka, berempati, serta mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan. Ova meyakinkan mahasiswa baru perlu sadar sebagai bagian dari generasi yang akan menentukan arah bangsa di masa mendatang. Oleh karena itu, proses belajar di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta keberanian untuk terus berinovasi.

Ova juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan sebagai proses pendewasaan diri. Ia berharap seluruh mahasiswa baru terus belajar, mengembangkan kompetensi, memperkuat semangat kolaborasi, serta menjaga kemampuan beradaptasi dan berkreasi di tengah perubahan yang terus berlangsung. Pada tahun akademik 2026/2027, UGM menerima 11.099 mahasiswa baru yang terdiri atas 9.164 mahasiswa program sarjana dan 1.945 mahasiswa program sarjana terapan. Mahasiswa tersebut berasal dari seluruh provinsi di Indonesia serta diperkuat 54 mahasiswa asing yang mengikuti program sarjana maupun program double degree, mencerminkan komitmen UGM sebagai kampus kebangsaan yang menjunjung tinggi keberagaman dan konsistensi. Dilandaskan bahwa PIONIR Gadjah Mada (UGM) adalah kegiatan pembelajaran, pengenalan, penggalian potensi, dan orientasi yang dirancang untuk mendidik calon pemimpin muda yang memiliki visi serta berlandaskan nilai-nilai ke-UGM-an. Melalui tema yang diusung, Gadjah Mada Muda diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai yang menjadi jati diri UGM serta memberikan kontribusi yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi bangsa. PIONIR Gadjah Mada sendiri merupakan rutinitas simbolis untuk menyambut mahasiswa baru UGM. Biasanya, para mahasiswa baru menggunakan atribut seperti co-card, caping LA.T.3.1, jas almamater dan kerajinan tangan lainnya.

Rangkaian alur agenda PIONIR UGM diantaranya :

1). Hari I - PIONIR Universitas 3 Agustus 2026 | 07:00 - 16:00 WIB dilaksanan di Lapangan Pancasila.

2). Hari II - PIONIR Universitas 4 Agustus 2026 | 07:00 - 16:00 WIB dilaksanakan di fakultas sesuai gugus.

3). Hari III - PIONIR Fakultas 5 Agustus 2026 | 07:00 - 16:00 WIB yang terdiri dari 19 fakultas.

4). Hari IV - PIONIR Fakultas 6 Agustus 2026

5). Hari V - PIONIR Soft Skills 7 Agustus 2026 | 07:00 - 16:00 WIB dilaksanakan di fakultas sesuai gugus.

6). Hari VI - PIONIR Soft Skills 8 Agustus 2026 | 07:00 - 16:00 WIB

7). Hari VII - Action Plan 9 Agustus 2026

8). Hari VIII - Upacara Penutupan 15 Agustus 2026 | 12:30 - 17:00 WIB dilaksanakan di Lapangan Pancasila

sumber : https://pionir.ugm.ac.id/2026/

PIONIR Universitas merupakan rangkaian PIONIR Gadjah Mada untuk menanamkan jiwa semangat ke-UGM-an. Melalui pengenalan sejarah, nilai-nilai serta pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, GAMADA diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang berjiwa nasionalis dan mengembangkan nilai-nilai ke-UGM-an dalam berbagai aspek kehidupan.

Adapun PIONIR Fakultas/Sekolah adalah rangkaian orientasi lingkungan kampus di tingkat fakultas dan sekolah yang diikuti oleh mahasiswa dari fakultas tersebut. PIONIR Fakultas/Sekolah ditujukan untuk mengenalkan terkait sejarah, filosofi, nilai-nilai, visi, dan misi. Agenda dalam PIONIR Fakultas/Sekolah juga berfokus untuk pengenalan kompetensi serta pengembangan diri mahasiswa terkait keilmuan tiap Fakultas/Sekolah.

Sedangkan PIONIR Soft Skills merupakan rangkaian PIONIR Gadjah Mada yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai keterampilan non-akademik (soft skill). Melalui pembelajaran ini, GAMADA akan mendapatkan bekal untuk menghadapi kehidupan perkuliahannya. Action Plan merupakan rangkaian PIONIR Gadjah Mada yang merefleksikan penerapan nyata dari nilai-nilai ke-UGM-an sebagai bentuk kolaborasi dan inovasi GAMADA. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengimplementasikan ide menjadi bentuk aksi nyata yang diharapkan memberikan dampak positif masyarakat sekitar.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!