KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

SPMR UNJAYA LAKUKAN BENCHMARKING KE BPM UMS UNTUK PERKUAT SPMI DAN AKREDITASI

A
Admin Kampuspers 12 Agustus 2026, 16:55 WIB
2 min baca 5 views
SPMR UNJAYA LAKUKAN BENCHMARKING KE BPM UMS UNTUK PERKUAT SPMI DAN AKREDITASI
"Kunjungan benchmarking Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi (SPMR) Unjaya ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMS pada Selasa, 11 Agustus 2026, berfokus pada penguatan tata kelola mutu dan akreditasi melalui penyelarasan standar internal dengan instrumen eksternal, pemetaan kesiapan akreditasi program studi, optimalisasi peran fasilitator dan auditor AMI, serta penerapan sistem informasi terpadu untuk mendukung budaya mutu yang berkelanjutan di Unjaya."

KAMPUSPERS YOGYAKARTA (12/08/2026) - Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi (SPMR) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) berkunjung ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pertemuan di Ruang Rapat BPM UMS ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik tata kelola mutu perguruan tinggi.

Kedua pihak mendiskusikan berbagai aspek penting penjaminan mutu. Topik pembahasan mencakup Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), Audit Mutu Internal (AMI), proses akreditasi, hingga pengembangan SDM. Selain itu, mereka membahas pemanfaatan sistem informasi mutu.

Penguatan Sistem Penjaminan Mutu dan Akreditasi Unjaya lakukan benchmarking penjaminan mutu ke BPM UMS untuk memperkuat SPMI, pemetaan akreditasi, dan tata kelola mutu perguruan tinggi.

SPMR Unjaya memperoleh banyak masukan berharga dari BPM UMS. Salah satunya mengenai pentingnya menyelaraskan standar mutu internal dengan instrumen akreditasi. BPM UMS memperbarui standar mutu secara berkala sesuai kebijakan eksternal. Langkah ini memastikan AMI tidak hanya mengevaluasi standar, tetapi juga mengukur kesiapan akreditasi program studi.

BPM UMS juga memetakan kesiapan akreditasi program studi sejak awal. Hasil pemetaan menentukan prioritas pendampingan tim. Alhasil, setiap program studi memiliki waktu yang cukup untuk membenahi kekurangan sebelum akreditasi dimulai.

Diskusi ini turut menyoroti peran penting fasilitator dan auditor mutu. BPM UMS melatih fasilitator untuk mendampingi penyusunan dokumen, seperti Laporan Evaluasi Diri (LED). Sementara itu, auditor menjalankan AMI sebagai alat perbaikan, bukan sekadar pemeriksaan administratif.

Kedua institusi menyepakati kejelasan tugas organ penjaminan mutu di setiap tingkatan. Pembagian peran yang tegas membuat setiap unit kerja beroperasi secara terukur dan efektif.

Di bidang teknologi, BPM UMS mengenalkan sistem informasi terpadu ciptaan mereka. Sistem ini mengintegrasikan data perencanaan, indikator kinerja, program kerja, monitoring, evaluasi, survei, audit, hingga data pendukung akreditasi. Integrasi data mempercepat penyediaan informasi akurat untuk pengambilan keputusan.

Pertemuan berakhir dengan penekanan pentingnya siklus penjaminan mutu yang utuh. Siklus ini menghubungkan rencana strategis, indikator kinerja, program kerja, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, hingga audit. Pendekatan ini menjadikan penjaminan mutu sebagai bagian hidup dari tata kelola kampus.

Kunjungan benchmarking ini memperkuat praktik penjaminan mutu di Unjaya. Langkah ini sekaligus mendorong tumbuhnya budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan Unjaya.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!