MUHAMMAD YOUNUS, WISUDAWAN S3 UMY ASAL PAKISTAN BERHASIL HASILKAN 53 PUBLIKASI ILMIAH
KAMPUSPERS (19/09/2026) YOGYAKARTA - Bagi sebagian mahasiswa membuat karya ilmiah sampai dipublikasikan dalam jurnal tentu bukan proses mudah dan menyenangkan.
Hal bertolak belakang justru ditunjukkan oleh wisudawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Younus yang mampu menghasilkan 53 publikasi ilmiah.
Mahasiswa asal Pakistan ini menempuh jenjang S3 Ilmu Pemerintahan sehingga dinobatkan sebagai wisudawan dengan publikasi terbaik pada momen Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (17/9/2026) di Sportorium UMY. Younus memulai studinya di Indonesia pada 2022.
Publikasi ilmiah menjadi salah satu persyaratan yang perlu dipenuhi untuk menyelesaikan studi doktoral.
“Bagi saya, publikasi bukan hanya sebuah persyaratan. Ketika tulisan kita dipublikasikan, orang bisa membaca, mengunduh, bahkan memberikan apresiasi. Jadi, kalau kita menikmati prosesnya dan membuat kegiatan menulis itu menyenangkan, publikasi akan lebih mudah dicapai,” ujar Younous, Sabtu (19/9/2026).
Minat Younus dalam membuat publikasi dimulai sejak masa studi S2. Momen mendapatkan pelatihan dari profesor pembimbingnya tentang penulisan artikel, proses publikasi, dan penggunaan perangkat lunak dalam penelitian telah memantik rasa ketertarikannya.
Minat Younus dalam membuat publikasi dimulai sejak masa studi S2. Momen mendapatkan pelatihan dari profesor pembimbingnya tentang penulisan artikel, proses publikasi, dan penggunaan perangkat lunak dalam penelitian telah memantik rasa ketertarikannya.
Tantangan Lulus S3
Pengalaman masa lalu itu turut membantunya dalam penulisan karya selama kuliah di UMY. Kendati demikian jalannya menuju kelulusan tidak mulus begitu saja. Tantangan tetap membayangi, misalnya saat menjalankan penelitian kuantitatif yang membutuhkan data primer dari Indonesia dan Malaysia.
Pasalnya, data baru bisa terhimpun jika responden bersedia mengisi instrumen penelitian. Maka itu, rencana tidak selalu bisa berjalan sesuai keinginan.
“Penelitian kuantitatif memang memberikan data primer yang baik, tetapi ada tantangannya karena penelitian berada di luar kendali kita. Kita bergantung pada orang lain untuk menyediakan waktu dan mengisi formulir. Kadang mereka tidak merespons, dan itu bisa membuat frustasi,” kata Younus.
Younus menilai dukungan pembimbing telah menjadi faktor penting dalam perjalanan S3 di UMY. Secara khusus kepada profesor yang membimbing dan mengajarinya cara menulis serta membantu pengembangan dan pengolahan artikel.
Resmi bergelar Doktor, Younous mengingatkan para mahasiswa internasional dan peneliti muda untuk mempersiapkan diri sebelum mulai studi di lingkungan baru.
Ia menilai setiap negara, kota, dan universitas punya tantangan masing-masing. Oleh sebab itu mahasiswa perlu beradaptasi dan mencari jalan keluar ketika menghadapi persoalan.
“Tidak ada negara, kota, atau universitas yang sempurna. Karena itu, ketika datang ke tempat baru, kita harus mempersiapkan diri, melakukan riset, berbicara dengan orang lain, lalu mencari solusi. Mengeluh saja tidak akan menyelesaikan masalah,” pungkas Younous.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!