KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

KEDUBES IRAN JAJAKI KERJA SAMA MULTISEKTOR DENGAN UGM DARI PENDIDIKAN HINGGA NUKLIR

A
Admin Kampuspers 22 September 2026, 15:44 WIB
2 min baca 15 views
KEDUBES IRAN JAJAKI KERJA SAMA MULTISEKTOR DENGAN UGM DARI PENDIDIKAN HINGGA NUKLIR
"Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Iran, Dr. Yahya Jahan Giri, mengunjungi Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM untuk menjajaki peluang kerja sama luas dengan Indonesia di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, riset, perfilman, teknik, hingga potensi kolaborasi dengan Program Studi Nuklir. Associate Professor Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Dicky Sofjan, menyambut positif tawaran tersebut sebagai langkah strategis yang sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif untuk kepentingan nasional. Momen ini dinilai menjadi waktu yang tepat bagi kalangan akademisi dan masyarakat Indonesia untuk memperdalam diskusi serta mempererat hubungan historis maupun kontemporer dengan Iran di tengah dinamika geopolitik global saat ini."

KAMPUSPERS (22/09/2026) SLEMAN - Associate Professor Program Studi Inter-Religious Studies (IRS) serta Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) di Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dicky Sofjan menyebut Kedutaan Besar (Kedubes) Iran ingin mengembangkan kerja sama berbagai bidang dengan Indonesia.

Prof Dicky di Yogyakarta, Selasa, mengatakan pengembangan kerja sama dengan Indonesia tersebut disampaikan Konselor Kebudayaan Kedubes Republik Islam Iran Dr Yahya Jahan Giri dalam kunjungannya ke Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM Yogyakarta.

"Kita punya teman yang berfungsi sebagai Konselor Kebudayaan di Kedutaan Republik Islam Iran di Jakarta. Setelah saya bicara, beliau sangat senang berada di Indonesia dan sangat ingin mengembangkan kerja sama di segala bidang," katanya setelah menerima kunjungan Dr Yahya Jahan Giri tersebut.

Menurut dia, berbagai bidang yang ingin dikerjasamakan tersebut di bidang pendidikan, riset, perfilman, engineering, bahkan ada penyebutan kerja sama dengan Program Studi (Prodi) Nuklir di perguruan tinggi negeri ternama di Yogyakarta ini.

"Itu saya kira tawaran yang sangat menarik," kata peneliti yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana UGM itu.

Dia menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, yang mempunyai kebijakan luar negeri bebas dan aktif, tentu menyambut baik tawaran kerja sama tersebut.

"Ya intinya adalah kita ini kan punya politik luar negeri bebas aktif, selayaknya kita mendasari kebijakan luar negeri kita sesuai dengan kepentingan nasional," katanya.

Sebagai akademisi yang memiliki latar belakang hubungan internasional, dia sering observasi tentang Timur Tengah, sistem perpolitikan Indonesia di dalam negeri, maupun hubungan luar negeri dengan ASEAN dan negara-negara Islam lain.

Oleh karena itu, kata dia, diharapkan pemerintah Indonesia dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengan negara Iran dan kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang.

"Saya berharap bisa menjalin hubungan lebih baik lagi dengan Republik Islam Iran dan membangun kolaborasi yang lebih dalam dan luas dengan universitas-universitas dan akademisi di Iran," katanya.

Dia mengatakan orang Indonesia, termasuk para akademisi yang tidak terlalu mengenal Iran, saatnya menggiatkan diskusi hubungan historis, terlebih dengan adanya perang di Timur Tengah dan perkembangan dunia saat ini, Iran selalu disebut.

"Saya kira ini adalah waktu yang tepat untuk lebih menggiatkan diskusi tentang hubungan historis maupun kontemporer antara Indonesia dan Iran," katanya.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!