PERKUAT WAWASAN GLOBAL, 13 SANTRI ALMATERA TEMANGGUNG IKUTI PROGRAM STUDENT AND CULTURE EXCHANGE 2026
KAMPUSPERS (19/09/2026) JAKARTA - Ponpes Almatera Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak (Almatera) Temanggung resmi melepas kontingen program Student and Culture Exchange 2026. Sebanyak 13 santri pilihan dan empat pendamping diberangkatkan untuk mengikuti agenda internasional tersebut.
Program pertukaran pelajar ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan pada 13-19 September 2026.
Peserta terpilih berasal dari empat unit pendidikan di bawah naungan Almatera. Unit tersebut meliputi jenjang Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), SMK, dan SMP.
Prosesi pelepasan kontingen dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Almatera Kiai Syamsuri Adnan.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Syamsuri memaparkan berbagai manfaat strategis agenda ini bagi masa depan santri. Ia sangat menekankan pentingnya wawasan internasional bagi generasi muda Islam saat ini.
"Kita hidup di dunia yang terus berkembang luar biasa pesat di luar pemikiran kita. Para santri dituntut untuk memiliki wawasan internasional dan berpikiran maju agar mampu bersaing dengan bangsa lain serta tidak tertinggal dalam kancah global," tegas Kiai Syamsuri pada keterangan tertulisnya, Minggu (13/9/2026).
Almatera sebagai pondok kader Muhammadiyah dipastikan akan terus memegang teguh komitmennya. Lembaga pendidikan ini bertekad mencetak generasi Islami yang berkualitas. Penguasaan ilmu agama diharapkan bisa berjalan beriringan dengan pemahaman ilmu sains modern.
Selama tujuh hari berada di luar negeri, rombongan Almatera dijadwalkan menyambangi sejumlah institusi strategis. Kunjungan tersebut menyasar Sangkhom Islam Wittaya School di Thailand dan Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Kuala Lumpur.
Mereka juga diagendakan bersilaturahmi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.
Para santri nantinya akan mengikuti kelas pembelajaran atau sit-in selama dua hari penuh di sekolah mitra. Mereka berkesempatan melihat, mempraktikkan, dan menganalisis langsung proses kegiatan belajar mengajar di sana. Sistem pendidikan lintas negara ini diharapkan bisa diserap dengan baik oleh seluruh peserta.
Selain urusan akademik, delegasi Almatera turut mengemban misi khusus diplomasi budaya Indonesia. Mereka siap menyajikan perpaduan ketangkasan jurus Tapak Suci dan kedisiplinan kepanduan Hizbul Wathan. Penampilan ini akan disempurnakan dengan pesona Tari Saman yang dipadukan harmonis dengan kebudayaan Madura.
Sebagai informasi, Almatera terus berupaya membuka ruang bagi calon generasi penerus dengan membuka penerimaan santri baru sejak 1 Agustus 2026. Pondok pesantren ini telah merancang berbagai kelas unggulan mulai dari Tahfidz hingga Ristek dan Teknosains.
Fasilitas pengembangan diri lainnya juga tersedia melalui kelas khusus Literasi serta Desain Komunikasi Visual (DKV).
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!