KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

MENDIKTISAINTEK BRIAN YULIARTO DORONG PERGURUAN TINGGI PERBANYAK LULUSAN BIDANG STEM UNTUK DUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL

A
Admin Kampuspers 2 Oktober 2026, 12:57 WIB
2 min baca 2 views
MENDIKTISAINTEK BRIAN YULIARTO DORONG PERGURUAN TINGGI PERBANYAK LULUSAN BIDANG STEM UNTUK DUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL
"Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan dukungan perguruan tinggi dan laboratorium di enam provinsi yang memiliki pengalaman terkait ekosistem gambut guna menindaklanjuti rencana Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kampus-kampus di Indonesia siap membantu menyediakan riset, data, kajian, pengembangan pengetahuan, serta sumber daya manusia melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, yang pelaksanaannya akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) agar terhubung langsung dengan kebutuhan pengelolaan di lapangan."

KAMPUSPERS (02/10/2026) BADUNG - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi di Indonesia memperbanyak lulusan dari bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) untuk memenuhi kebutuhan industri serta mendukung pembangunan nasional.

Saat membuka Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat, Brian mengatakan proporsi lulusan dari bidang yang berkaitan dengan STEM di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

Berdasarkan pemetaan yang disampaikannya, jumlah mahasiswa dari bidang teknik, kesehatan, pertanian, serta matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) baru sekitar 28 persen.

"Pak Presiden kemarin memberikan arahan, 'Berarti kita harus membuat lebih banyak lagi STEM-related, yang terkait dengan STEM.' Karena bangsa yang sedang tumbuh seperti Indonesia butuh bidang-bidang keahlian yang terkait dengan STEM," kata Brian.

Menurut Brian, penguatan pendidikan tinggi yang terkait dengan STEM menjadi salah satu pekerjaan rumah bersama untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan negara-negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) memiliki lulusan yang banyak berasal dari bidang pendidikan terkait STEM dan industri.

Karena itu, perguruan tinggi perlu memperhatikan kesesuaian bidang pendidikan dengan kebutuhan pembangunan, termasuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi untuk berkontribusi dalam berbagai sektor industri.

Dalam paparannya, Brian juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 11,5 juta mahasiswa dan 328 ribu dosen pada 2025. Pada tahun yang sama, perguruan tinggi menghasilkan sekitar 2,78 juta lulusan.

Menurut dia, jumlah lulusan tersebut merupakan modal besar bagi Indonesia apabila dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional melalui kompetensi dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Brian juga menyampaikan terdapat 34.711 program studi di Indonesia pada 2025, meningkat 29 persen. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh program studi berada di perguruan tinggi swasta.

Sementara itu, bidang pendidikan menjadi kelompok program studi dengan jumlah terbanyak, yakni 7.745 program studi, dengan jumlah mahasiswa mencapai 3,13 juta orang. Angka tersebut lebih besar dibandingkan mahasiswa bidang teknik yang berjumlah 1,69 juta orang.

Brian menilai besarnya jumlah program studi dan mahasiswa di bidang pendidikan menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kemajuan program studi pendidikan, menurut dia, akan berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan tinggi secara keseluruhan.

Melalui transformasi pendidikan tinggi, kata dia, pemerintah mendorong penguatan inovasi, kolaborasi, dan pendidikan berkelanjutan agar perguruan tinggi dapat berkontribusi lebih besar dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!