KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

KISAH HABIBI: BOCAH 12 TAHUN DI BINTARO PUTUS SEKOLAH DEMI BANTU IBU JUALAN SIOMAY SEJAK AYAH SAKIT

A
Admin Kampuspers 25 September 2026, 22:36 WIB
2 min baca 8 views
KISAH HABIBI: BOCAH 12 TAHUN DI BINTARO PUTUS SEKOLAH DEMI BANTU IBU JUALAN SIOMAY SEJAK AYAH SAKIT
"Habibi (12), seorang anak kelas 6 SD asal Cirebon, memilih putus sekolah untuk membantu ibunya berjualan siomay di Bintaro Sektor 1, Jakarta Selatan, setelah sang ayah tidak mampu bekerja akibat sakit selama setahun. Kondisi keterbatasan biaya operasional pengobatan ayah Habibi menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang kemudian tergerak memfasilitasi pengobatan sang ayah serta mendorong Habibi untuk kembali melanjutkan pendidikannya di Jakarta."

KAMPUSPERS (25/09/2026) JAKARTA - Seorang anak bernama Habibi (12) memilih putus sekolah dan membantu ibunya berjualan siomay di kawasan Bintaro Sektor 1, Jakarta Selatan, setelah sang ayah sakit dan tidak lagi dapat bekerja.

"Dia bilang, 'Saya sendirian jadi kasihan. Ya sudah, Ma, saya mau bantu Mama saja, kasihan Mama sendirian. Nanti gantian jualannya'," kata ibu Habibi, Wati Susilawati (35) saat ditemui di kawasan Bintaro Sektor 1, Jakarta, Jumat.

Wati mengatakan Habibi sebelumnya bersekolah di Cirebon dan duduk di kelas 6 SD. Kemudian, saat libur sekolah pada bulan puasa, Habibi datang ke Jakarta dan berinisiatif membantu ibunya yang berjualan seorang diri.

Habibi dan ibunya kemudian bergantian menjaga dagangan. Habibi berjualan sejak pagi, sementara Wati datang setelah dzuhur. Pada sore hingga malam, mereka kembali bergantian hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Dia mengatakan keputusan Habibi membantu berjualan tidak terlepas dari kondisi ayahnya yang telah sakit selama sekitar satu tahun. Sebelumnya, sang ayah telah berjualan siomay di lokasi tersebut selama tiga tahun.

Menurut dia, suaminya kini berhenti menjalani pengobatan karena membutuhkan operasi di Bandung. Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS, keluarga masih merasa kesulitan memenuhi biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama berada di Bandung.

"Orangnya sudah enggak kerja, enggak punya biaya. Ya sudah mendingan enggak dioperasi saja," ucapnya.

Saat ini, suaminya lebih banyak beristirahat dan mengonsumsi obat pereda nyeri yang dibeli di apotek.

Kondisi keluarga Habibi kemudian mendapat perhatian sejumlah pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Dia mengatakan KDM mendorong agar suaminya menjalani operasi serta menjanjikan bantuan kebutuhan selama proses pengobatan. Lalu, Habibi juga diminta kembali bersekolah.

Anaknya pun bersedia melanjutkan pendidikan dan rencananya didaftarkan ke sekolah di Jakarta setelah rapor dari sekolah sebelumnya di Cirebon diambil.

"Katanya Habibi harus sekolah. Kata Habibi, 'Iya, saya mau sekolah lagi'," kata dia.

Tag:
Bagikan:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!