KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

GUBERNUR JAWA TIMUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA DORONG KCL SINGHASARI MAKSIMALKAN PRODI DIGITAL LAW DAN ADVANCE CYBER SECURITY

A
Admin Kampuspers 2 Oktober 2026, 12:39 WIB
2 min baca 1 views
GUBERNUR JAWA TIMUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA DORONG KCL SINGHASARI MAKSIMALKAN PRODI DIGITAL LAW DAN ADVANCE CYBER SECURITY
"Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong King's College London (KCL) Singhasari, Kabupaten Malang, untuk memaksimalkan dua program studi magister baru, yaitu Digital Law dan Advance Cyber Security yang akan dibuka secara menyeluruh pada September 2027 guna memberikan solusi penguatan keamanan digital nasional serta memproteksi data perbankan dan sektor swasta dari jutaan ancaman serangan siber. Dalam kunjungannya di KEK Singhasari, Khofifah menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM di era modern mengingat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat hantaman siber mencapai miliaran kali, yang disambut baik oleh University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL Prof. Simon Tenner dengan menghadirkan kurikulum berstandar internasional yang memadukan teori dan praktik serta didukung oleh beasiswa LPDP."

KAMPUSPERS (02/10/2026) MALANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong King's Collage London (KCL) Singhasari, Kabupaten Malang agar memaksimalkan dua program studi (prodi) magister baru, yaitu Digital Law dan Advance Cyber Security guna memberikan solusi penguatan keamanan digital nasional.

Khofifah di KCL Singhasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan, program studi Digital Law dan Advance Cyber Security mulai dibuka menyeluruh pada September 2027.

"Jadi begini dua program studi baru Digital Law dan Advance Cyber Security baru di-soft launching untuk (dibuka) September 2027, ini yang dibutuhkan untuk memproteksi keamanan data-data, terutama bagi perbankan," kata Khofifah.

Ia menyatakan, aspek penegakan hukum di ranah digital dan keamanan siber menjadi suatu hal yang bersifat penting bagi Indonesia di era modern, khususnya dengan munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) itu menyampaikan bahwa siber kita mendapatkan hantaman sampai 5,5 miliar kali di tahun 2025 dan 2026 ini Januari sampai April sudah sekitar 1,42 miliar," ucapnya.

Khofifah menyampaikan kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi keamanan digital merupakan kebutuhan mendasar sehingga perlu terus ditambah.

Apabila Indonesia semakin banyak memiliki kemampuan di bidang itu, maka upaya proteksi terhadap segala bentuk ancaman dapat ditanggulangi semaksimal mungkin.

"Bahwa kita harus memproteksi data dan memproteksi keamanan semuanya, baik dari keamanan nasional, perbankan, dan sektor-sektor swasta lainnya," ujarnya.

Sementara itu, University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL Prof Simon Tenner, mengatakan, gagasan menambah dua program studi baru, tak lepas dari langkah kolaborasi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah, kata Simon, sempat memberikan penjelasan kepada dirinya tentang peningkatan dan pengembangan keterampilan masyarakat dalam bidang keamanan siber.

Kemudian pihaknya mulai memikirkan langkah untuk menjawab kebutuhan itu, dan akhirnya menginisiasi pembukaan Digital Law dan Advance Cyber Security sebagai prodi magister terbaru di kampus Malang, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

"​Tentu saya merasa bahagia dan terhormat karena Ibu Khofifah bersedia mendukung dan membantu meluncurkan program studi yang sangat penting untuk Indonesia," kata Simon.

Dia menjelaskan, untuk seluruh kurikulum pendidikan di dua program studi tersebut mengimplementasikan segala hal yang telah dikembangkan oleh King's Collage London. ​

Secara garis besar, pelaksanaan pendidikan akan memadukan pemberian teori dan praktik agar para mahasiswa yang nantinya lulus dapat memiliki pemahaman kuat, misalnya tentang bagaimana menjalankan mekanisme melindungi keamanan negara dari ancaman serangan siber.

"Kami bersyukur mendapatkan dukungan dari LPDP yang memungkinkan para mahasiswa mengikuti program ini. Kemudian, karena ini magister maka wajib memiliki dasar keilmuan bidang komputer," ujar Simon.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!