35 Mahasiswa Baru IPB University Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi McD Hasil Kolaborasi Bersama YAPI
KAMPUSPERS (16/09/2026) Sebanyak 35 mahasiswa baru (maba) IPB University angkatan 2026 dari berbagai jurusan terpilih sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi McD.
Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI) dilibatkan oleh McDonald’s Indonesia dalam proses awal menyaring penerima beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi ini agar tepat sasaran.
Beasiswa utama yang diberikan berbentuk biaya kuliah semester yang besarannya disesuaikan dengan golongan uang kuliah tunggal (UKT) setiap penerima. Untuk sementara dukungan akademik berlaku selama tahun pertama perkuliahan yang kemudian akan melalui proses evaluasi untuk mengetahui keberlanjutan pemberian beasiswa.
Director of Human Resources & General Services McDonald’s Indonesia, Yulianti Hadena mengatakan Beasiswa Pendidikan Tinggi McD mengusung semboyan Cita dan Daya. "Kita tidak hanya memberikan UKT saja tapi juga kita ingin mengembangkan anak-anak ini dan kami juga akan memberikan beberapa pelatihan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada, mempersiapkan diri mereka sehingga siap untuk menjadi future leader yang berkarakter di masa depan dan juga siap untuk memasuki dunia kerja generasi yang bermanfaat dan insya Allah menjadi pemimpin bagi Indonesia juga," ucap Yulianti dalam acara penyerahan beasiswa di Science and Technology Park IPB, Bogor, Selasa (15/9/2026).
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D., mengapresiasi YAPI dan McDonald’s Indonesia atas perhatian, kepedulian, dan rasa berbagi kepada para mahasiswanya. Baca juga: Baznas RI dan Kemdiktisaintek Buka Beasiswa bagi 200 Mahasiswa Asal Palestina "Kolaborasi ini merupakan satu bentuk implementasi bagaimana kita bisa sama-sama berkontribusi untuk membantu insan-insan terbaik yang sudah memutuskan untuk kuliah, lebih spesifik lagi untuk kuliah di IPB. Kita tidak menutup harapan mereka tapi kita semakin memperbesar perlengkapan mereka," kata Deni.
Syarat utama tidak mampu secara finansial Selain biaya UKT, para penerima beasiswa menerima voucher makanan, pelatihan, serta kesempatan magang dan mengenal dunia kerja secara langsung di McDonald’s Indonesia. Ketua YAPI, Andi Irman Patiroi usai acara menyebut proses seleksi para pendaftar beasiswa ini berjalan selama satu minggu dengan berbagai metodologi. Syarat utama penerima beasiswa ialah tidak mampu secara finansial. "Kemudian kita lihat prestasinya.
Kita juga melihat sebarannya, jadi tidak harus berpusat di Jawa, tetapi juga di luar kota. (Penerimanya) mahasiswa baru yang masuk tahun ini dan YAPI salah satu organisasi yang memberi beasiswa di tahun pertama bahkan sebelum mereka berkuliah kita sudah memberikan beasiswa," tutur Andi.
Selain biaya UKT, para penerima beasiswa menerima voucher makanan, pelatihan, serta kesempatan magang dan mengenal dunia kerja secara langsung di McDonald’s Indonesia. Ketua YAPI, Andi Irman Patiroi usai acara menyebut proses seleksi para pendaftar beasiswa ini berjalan selama satu minggu dengan berbagai metodologi. Syarat utama penerima beasiswa ialah tidak mampu secara finansial.
"Kemudian kita lihat prestasinya. Kita juga melihat sebarannya, jadi tidak harus berpusat di Jawa, tetapi juga di luar kota. (Penerimanya) mahasiswa baru yang masuk tahun ini dan YAPI salah satu organisasi yang memberi beasiswa di tahun pertama bahkan sebelum mereka berkuliah kita sudah memberikan beasiswa," tutur Andi.
Tiga mahasiswa perwakilan penerima beasiswa turut hadir dan membagikan kesan-kesan atas keberhasilan mendapatkan bantuan pendidikan. Mereka berasal dari latar belakang keluarga beragam. Silha Napisah, mahasiswa asli Bogor yang kini terdaftar di Jurusan Fisika yang terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara di keluarga sederhana.
Ayahnya bekerja sebagai kuli panggul ikan sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.
Penghasilan ayah bukan hanya untuk membiayai kuliah saya, tetapi juga memenuhi kebutuhan dan membiayai adik-adik saya. Karena itu, setelah mendapat kesempatan menjadi penerima beasiswa ini, saya sangat bersyukur, bangga, dan sekaligus terima kasih," kata Silha. Merantau dari Sumatera Barat, Atsiilah Tsaqif merupakan anak dari seorang buruh harian lepas, lebih tepatnya tukang gali kabel bawah tanah. Ibunya merupakan ibu rumah tangga.
"Ke depannya saya harap saya dapat mengemban amanah mendapatkan beasiswa YAPI dan McD ini. Saya berharap saya dapat meraih cita-cita saya dengan berprestasi setinggi-tingginya dan saya juga berharap dapat bermanfaat bagi orang lain," ungkap Atsiilah.
Di IPB ia menempuh studi di Sekolah Vokasi Jurusan Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih. Terakhir ada Dandi Ardiansyah dari Jurusan Agribisnis.
Pemuda asal Bandung ini merupakan orang pertama dari keluarganya yang dapat melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Ayah Dandi adalah kuli dan ibunya juga ibu rumah tangga. Ia punya satu kakak dan satu adik. "Ketika diterima di IPB University, tentunya saya merasa sangat bahagia, terharu, dan juga bangga. Bagi saya dan keluarga saya, kesempatan ini merupakan pencapaian yang sangat berarti.
Kemudian, alhamdulillahnya juga saya diterima di beasiswa YAPI dan juga Beasiswa Pendidikan Tinggi McDonald's Indonesia. Saya kembali merasakan rasa syukur yang sangat luar biasa," ujar Dandi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!