WAKIL KETUA MPR RIGOK KAMPUS INKLUSIF JADI GERAKAN BERSAMA DAN MINTA LAYANAN DISABILITAS DIRESPON NYATA
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa upaya mewujudkan kampus inklusif di Indonesia harus menjadi gerakan bersama yang segera direalisasikan melalui langkah nyata, bukan sekadar komitmen regulasi dan pendanaan semata. Menurutnya, akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas saat ini masih sangat terbatas, mengingat data menunjukkan hanya 1,99 persen perguruan tinggi yang resmi menerima mahasiswa disabilitas dan hanya 0,2 persen yang memiliki pusat layanan disabilitas dari total 4.523 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Demi menjamin hak setiap anak bangsa untuk memperoleh pendidikan berkualitas, Lestari mendorong sosialisasi ekosistem inklusif secara masif, peningkatan kesiapan tenaga pendidik berperspektif inklusif, serta konsolidasi lintas pemangku kepentingan agar lahir sistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan ramah disabilitas.